Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaNasional

Dalam Rangka Mewujudkan ZI, Kepala Kantah Kota Dumai Lakukan Monev Pembangunan ZI Periode Triwulan I

Avatar photo
180
×

Dalam Rangka Mewujudkan ZI, Kepala Kantah Kota Dumai Lakukan Monev Pembangunan ZI Periode Triwulan I

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] — Kepala Kantor Pertanahan Kota Dumai, Bapak Slamet Sutrisno, S.SIT., M.H., QRMP, memimpin kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Zona Integritas (ZI) Periode Triwulan I Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Pertanahan Kota Dumai pada hari Rabu, 2 Juli 2025.

Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam rangka Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Dalam sambutannya, Bapak Slamet Sutrisno menegaskan pentingnya komitmen seluruh pegawai dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Jangan Lewatkan :  Kebersamaan di Balik Jeruji, Rutan Dumai Sembelih Hewan Kurban

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menilai capaian yang telah diraih serta mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program Zona Integritas. Saya berharap seluruh jajaran dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar beliau.

Jangan Lewatkan :  Lamban, Diduga Tak Sesuai Spek, dan Ganggu Pengguna Jalan

Acara ini dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, pegawai, serta tim kelompok kerja Zona Integritas Kantor Pertanahan Kota Dumai. Dalam sesi evaluasi, dilakukan pemaparan capaian kinerja masing-masing pokja, diskusi, serta perumusan tindak lanjut untuk triwulan berikutnya.

Jangan Lewatkan :  Hotlan Purba selaku keluarga korban kejadian tabrakan antara Kereta Api dengan penguna jalan merasa Kecewa kepada PT KAI dan juga kepada Menteri BUMN Erick Thohir

Dengan adanya monitoring dan evaluasi secara berkala, diharapkan Kantor Pertanahan Kota Dumai dapat segera meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat.