Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaHukum

Bermain di Proyek, 4 Tersangka Ditahan Kejari Dumai

Avatar photo
421
×

Bermain di Proyek, 4 Tersangka Ditahan Kejari Dumai

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] — Senin (7 Juli 2025), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Dumai telah melaksanakan serah terima tanggung jawab tersangka dan barang bukti (Tahap II) atas 4 (empat) orang tersangka dari penyidik Polres Dumai terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Dumai pada Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Tahun Anggaran 2017.

Jangan Lewatkan :  KPU Kota Sungai Penuh Diduga Gelapkan Anggaran Liputan

Para Tersangka atas nama DH, S, MD dan BS diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidair Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Jangan Lewatkan :  Dukung Pendidikan Anak, Kapolsek Sengah Temila Hadiri Peresmian PPA dan TK di Pahauman

Bahwa perbuatan para tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Dumai pada Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Tahun Anggaran 2017, berdasarkan Laporan Hasil Audit (LHA) BPKP Provinsi Riau telah mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp6.080.234.275,-(enam miliar delapan puluh juta dua ratus tiga puluh empat ribu dua ratus tujuh puluh lima rupiah).