Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaPeristiwaTNI/POLRI

Dua ABK Tewas Diduga Akibat Kecelakaan Kerja di Lambung Kapal Ponton Sinar Kota Besi III

Avatar photo
63
×

Dua ABK Tewas Diduga Akibat Kecelakaan Kerja di Lambung Kapal Ponton Sinar Kota Besi III

Sebarkan artikel ini

Sanggau, [Gaperta.id] – Peristiwa nahas terjadi di dermaga PT. STIM, Dusun Pebaok, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Rabu (27/8/2025) dini hari. Dua anak buah kapal (ABK) ditemukan meninggal dunia diduga akibat kecelakaan kerja di dalam lambung kapal ponton TK. Sinar Kota Besi III.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 00.50 WIB ketika kapal sedang tambat untuk memuat bungkil. Korban pertama berinisial S (49), warga Pontianak, yang diketahui menjabat sebagai kapten kapal TB. Kalindo VI. Korban kedua berinisial SJ (51), warga Palembang, yang bertugas sebagai juru mudi I.

Menurut keterangan saksi, peristiwa bermula ketika S masuk ke dalam lambung kapal ponton untuk membuang air. Saat menuruni tangga sedalam 3,6 meter, ia tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terlihat sempoyongan. Tak lama kemudian, S terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Jangan Lewatkan :  Maraknya Peredaran Rokok Ilegal di Kerinci, Warga Desak Aparat Tangkap Bos DK, Yang Diduga Kuat Sebagai Pemasok di Kerinci.

Melihat kondisi itu, saksi Purnama Alam yang berada di lokasi langsung berteriak meminta pertolongan. Namun, karena aroma menyengat dari dalam lambung kapal, ia tidak berani masuk lebih dalam. Purnama kemudian mencari bantuan dari awak kapal TB. Kalindo VI.

Sesaat setelah kembali ke lokasi, Purnama mendapati korban kedua, SJ, sudah terbaring di dekat S. Dari keterangan saksi lain, Musakkar, diketahui bahwa SJ sempat berusaha menolong S, namun ia ikut menjadi korban diduga karena terpapar udara beracun di dalam lambung kapal.

Proses evakuasi korban sempat mengalami kesulitan karena keterbatasan alat. Baru sekitar pukul 01.45 WIB, tim medis dari Puskesmas Kampung Kawat bersama pihak kepolisian tiba di lokasi untuk membantu. Kedua korban akhirnya berhasil diangkat menggunakan tali dengan bantuan sejumlah kru kapal dan petugas.

Jangan Lewatkan :  Yuk, Simak.. Cara Kilang Pertamina Dumai Rayakan International Firefighter's Day!

Setelah berhasil dievakuasi, tenaga medis segera memeriksa kondisi korban. Namun, baik S maupun SJ sudah tidak menunjukkan tanda-tanda vital. Keduanya kemudian dibawa ke Puskesmas Kampung Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, untuk pemeriksaan medis lanjutan.

Kapolsek Tayan Hilir, AKP Sihar Binardi Siagian, SH, MH, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut dugaan sementara korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja saat melakukan pembersihan lambung kapal.

“Kedua korban sudah dievakuasi dan dinyatakan meninggal dunia. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk awak kapal yang berada di sekitar lokasi. Selain itu, pihaknya mengamankan data identitas korban, melakukan visum et repertum (VER), serta melaporkan perkembangan kasus kepada pimpinan.

Jangan Lewatkan :  Akademi Militer Gelar Doa Bersama Dalam Rangka HUT KE-78 TNI

Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab utama yang menewaskan kedua korban. Dugaan sementara, adanya gas berbahaya di dalam lambung kapal menjadi faktor yang membuat korban kehilangan kesadaran. Namun, hal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban. Pemeriksaan saksi dan analisa lebih lanjut segera dilakukan agar kasus ini jelas,” tambah Kapolsek Tayan Hilir.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan maupun kapal. Pihak kepolisian – Humas Resort Sanggau mengimbau perusahaan pelayaran dan pekerja untuk selalu memperhatikan aspek keamanan demi mencegah insiden serupa terulang kembali.