Manado, [Gaperta.id] – Sabtu (29 Agustus 2025), Sulawesi Utara — Aktivitas ilegal dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kembali mencuat ke permukaan. Sosok bernama Asward, yang dikenal dengan panggilan “Daeng”, diduga kuat menjadi otak di balik jaringan suplai BBM ilegal di wilayah GPI Mapanget.
Asward disebut-sebut sebagai pemilik gudang penampungan BBM ilegal yang menjadi pusat distribusi ke berbagai pihak tanpa izin resmi. Ia juga dikenal sebagai “Big Bos” dari beberapa jaringan suplayer BBM ilegal yang diduga telah beroperasi sejak lama.
Kegiatan ilegal ini tidak hanya merusak tatanan niaga BBM resmi, tetapi juga merugikan negara dalam jumlah besar akibat hilangnya potensi penerimaan pajak dan distribusi yang tidak tercatat.
Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku dan jaringannya. Mereka menuntut pembongkaran total terhadap praktik mafia solar yang merajalela dan kerap kali lolos dari jerat hukum.
“Kami berharap APH tidak tutup mata. Ini jelas tindakan melawan hukum dan sangat merugikan negara. Siapapun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah satu aktivis lingkungan dan energi di Manado.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian atau instansi terkait mengenai dugaan keterlibatan Asward “Daeng”. Namun, desakan publik terus menguat agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menelusuri alur distribusi dan keterlibatan pihak lainnya.