Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Keluhan Kelangkaan dan Harga Tinggi Gas Elpiji 3 Kg Terus Terjadi di Kabupaten Sanggau

Avatar photo
310
×

Keluhan Kelangkaan dan Harga Tinggi Gas Elpiji 3 Kg Terus Terjadi di Kabupaten Sanggau

Sebarkan artikel ini

Sanggau, [Gaperta.id] – Keluhan masyarakat terkait ketersediaan dan harga gas elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Sanggau bukan lagi menjadi rahasia umum. Hingga saat ini, persoalan tersebut masih terus dirasakan oleh masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada gas subsidi tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga gas elpiji 3 kg di tingkat pengecer bervariasi dan cenderung melambung tinggi. Gas subsidi yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), justru ditemukan dijual kepada masyarakat dengan harga mencapai Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung.

Jangan Lewatkan :  Kantah Dumai Terima Kunjungan Ka. Kanwil BPN Riau

Ironisnya, distribusi gas elpiji 3 kg ke Kabupaten Sanggau dinilai relatif lancar. Pasokan gas disebut-sebut datang secara rutin setiap minggu. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masyarakat masih kesulitan mendapatkan gas tersebut.
“Gas katanya datang hampir tiap minggu, tapi di masyarakat tetap susah dicari. Ini lucu sekali,” ujar salah satu konsumen kepada awak media, mengekspresikan kebingungan dan kekecewaan atas kondisi tersebut.

Jangan Lewatkan :  Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kodim 1209/Bky Gelar Penyuluhan P4GN

Situasi ini pun menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: ke mana sebenarnya perginya gas elpiji 3 kg yang telah disalurkan? Masyarakat menduga adanya persoalan dalam rantai distribusi, mulai dari agen hingga pengecer, yang menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga.

Jangan Lewatkan :  Walikota Paisal Gunting Pita Grand Opening RS Awal Bros Dumai

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi gas elpiji 3 kg, serta menindak tegas oknum-oknum yang diduga bermain harga. Pengawasan yang optimal dinilai penting agar gas subsidi benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak.