Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Gudang Bencuan Diduga Terima Pasokan BBM Ilegal dari Gudang Seruway

Avatar photo
52
×

Gudang Bencuan Diduga Terima Pasokan BBM Ilegal dari Gudang Seruway

Sebarkan artikel ini

Belawan, [Gaperta.id] –Gudang Bencuan di kawasan Belawan diduga menjadi salah satu pengguna BBM solar ilegal yang dipasok melalui jaringan terstruktur dan sistematis. Berdasarkan keterangan sumber terpercaya, pasokan BBM tersebut diduga dikendalikan oleh Fajar Salem, dengan sumber solar berasal dari Gudang Seruway, Medan Labuhan, yang disebut-sebut berada di bawah kendali seorang berinisial IS. Minggu (11/1/2026).

Menurut sumber, solar yang disalurkan tersebut bukan BBM industri resmi, melainkan BBM solar bersubsidi yang diselewengkan dari jalur distribusi resmi. Modus operandi yang digunakan yakni dengan mengalihkan solar dari mobil tangki merah putih milik PT Pertamina, kemudian diturunkan atau “dibuang” ke Gudang Seruway.

Jangan Lewatkan :  PGN Edukasi Energi Bersih dan Keselamatan Gas ke Pelajar Dumai Lewat Program “SOR I Mengajar”

Selanjutnya, BBM solar tersebut kembali diedarkan ke Gudang Bencuan menggunakan mobil tangki biru-putih yang secara visual menyerupai mobil tangki BBM industri resmi Pertamina, sehingga sulit dibedakan oleh masyarakat awam maupun aparat di lapangan.

“Solar industri yang digunakan itu diduga kuat berasal dari BBM subsidi hasil kalengan dan kencingan mobil tangki Pertamina. Gudang Seruway dijadikan titik pengumpulan sebelum didistribusikan ke Gudang Bencuan,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Lebih lanjut, sumber mengungkapkan bahwa mobil tangki biru-putih yang digunakan untuk mengangkut BBM dari Gudang Seruway ke Gudang Bencuan diduga disewa oleh Fajar Salem dari seorang pemilik mobil tangki bernama Nita Tanjung Mulia. Kendaraan tersebut sengaja didesain menyerupai mobil tangki industri guna mengelabui aparat dan menghindari kecurigaan.

Jangan Lewatkan :  Buka Puasa Bersama Organik Mentari dan Taruna Akmil

Gudang Seruway sendiri disinyalir berperan sebagai gudang penampung (pengepul) BBM kalengan yang berasal dari penyelewengan distribusi mobil tangki merah putih Pertamina. Dalam praktiknya, IS diduga berperan sebagai pengendali sekaligus penadah BBM ilegal, yang kemudian menyalurkan solar tersebut ke Gudang Bencuan melalui perantara Fajar Salem.

“Skema ini diduga telah berjalan cukup lama dan terkesan rapi. Mulai dari pengalihan BBM subsidi, penampungan di Gudang Seruway, hingga pendistribusian ke Gudang Bencuan,” pungkas sumber.

Jangan Lewatkan :  Diduga Kadis DLH Kabupaten Muaro Jambi Ada Kerjasama Dengan PT MISI Terkait Uji Laboratorium Limbah PT MISI, "RAHASIA"

Sumber juga menyebutkan, BBM dari Gudang Seruway tersebut dibawa ke Gudang Bencuan yang berlokasi di kawasan perikanan Gabion Belawan, menggunakan mobil tangki biru-putih bernopol BK 8058 PO, yang diketahui milik Nita Tanjung Mulia. Dalam jaringan ini, Fajar Salem diduga berperan sebagai pengendali sekaligus pemasok utama BBM ilegal dari Gudang Seruway ke Gudang Bencuan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan. Aparat penegak hukum serta instansi terkait diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh, mengingat dugaan praktik ini berpotensi merugikan negara dan masyarakat serta melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi.