Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaPeristiwa

Enam Rumah Di Jalan Selebes Gang 15 Paloh Ludes Dilahap Sijago Merah

Avatar photo
95
×

Enam Rumah Di Jalan Selebes Gang 15 Paloh Ludes Dilahap Sijago Merah

Sebarkan artikel ini

BELAWAN, [Gaperta.id] – Dampak kebakaran hebat kembali melanda pemukiman padat penduduk di Jl. Selebes Lingkungan 30, Gang 15, Kel, Belawan II, Kec, Medan Belawan, Kota Medan, pada Kamis malam 22 Januari 2026, dini hari tadi. Api dengan cepat melahap enam unit rumah warga yang sebagian besar terbuat dari material kayu dan semi-permanen, sehingga kobaran api meluas dalam hitungan menit. Kamis, (22/1/2026)

Menurut keterangan saksi mata, kebakaran terjadi sekitar pukul 2O.50 WIB, ketika sebagian warga masih terlelap tidur. Warga yang pertama melihat api berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya, namun api dengan cepat membesar karena kondisi bangunan yang berdekatan.

Jangan Lewatkan :  Pasar Horas Dilahap Sijago Merah, Kabupaten Simalungun

Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kec, Belawan segera tiba di lokasi setelah menerima laporan dan melakukan upaya pemadaman. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi beberapa warga mengalami kepanikan dan luka ringan akibat menghirup asap tebal.

Jangan Lewatkan :  Pimpin Peringatan HANTARU 2024, Menteri AHY: Kita Lindungi Hak Tanah Ulayat Milik Masyarakat Adat

Kepala Damkar setempat menyatakan bahwa proses pemadaman memakan waktu sekitar satu setengah jam dan melibatkan beberapa unit armada pemadam kebakaran dengan sumber air dari mobil tangki dan di bantu warga untuk memadamkan Api dengan alat seadanya. Dugaan awal penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib, termasuk kemungkinan korsleting listrik atau percikan dari aktivitas dapur warga.

Jangan Lewatkan :  Pj Bupati Asraf Hadiri Pelantikan Panwascam Pilkada Tahun 2024

Sementara itu, para korban kini kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau posko darurat yang disiapkan warga setempat. Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, meskipun angka pastinya masih dihitung.

Warga bersama aparat lingkungan berharap agar pemerintah dan organisasi sosial segera memberikan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara.