Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Sangat Miris: Warga Segok–Sebaboi Tak Pernah Nikmati Listrik PLN

Avatar photo
57
×

Sangat Miris: Warga Segok–Sebaboi Tak Pernah Nikmati Listrik PLN

Sebarkan artikel ini

Sanggau, [Gaperta.id] – Slogan kemerdekaan dan pemerataan pembangunan kembali dipertanyakan. Puluhan tahun setelah Indonesia merdeka, warga Dusun Segok–Sebaboi, Desa Sebuduh, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, hingga kini tak pernah menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kondisi ini dinilai sebagai bukti nyata absennya negara di wilayah pedalaman. Senen 26/01/2026.

Warga mengaku telah berulang kali mengajukan proposal permohonan pemasangan jaringan listrik, namun semuanya berujung tanpa kejelasan. Bahkan pengajuan terakhir yang dilakukan pada tahun 2025 hingga kini belum mendapat tanggapan dari pemerintah maupun pihak terkait.

Medi, salah satu warga Dusun Segok–Sebaboi, menegaskan bahwa selama puluhan tahun masyarakat hidup dalam keterbatasan akibat ketiadaan listrik.

Jangan Lewatkan :  PT KPI RU II Dumai Peduli, Bantu Sarana Kesehatan Mobil Siaga Kelurahan Tanjung Palas

“Sudah puluhan tahun kami tidak menikmati listrik negara. Proposal sudah kami ajukan dari tahun ke tahun, bahkan terakhir tahun 2025, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban. Negara seperti menutup mata,” ujar Medi kepada awak media.

Hal senada disampaikan Paulus, warga lainnya, yang menyebut dusun mereka sama sekali belum pernah merasakan penerangan dari PLN. Menurutnya, masyarakat hanya mengandalkan listrik tenaga surya dengan daya terbatas yang tidak mampu menunjang kebutuhan sehari-hari.

“Selama puluhan tahun ini kampung kami tidak ada penerangan listrik dari PLN. Kami hanya mengandalkan listrik tenaga surya. Anak-anak mau belajar juga mengalami kesulitan,” kata Paulus.

Jangan Lewatkan :  PT PELINDO MULTI TERMINAL LAKSANAKAN TRANSFORMASI DAN STANDARISASI GUNA TINGKATAN PELAYANAN NON PETIKEMAS

Ia menambahkan, berbagai upaya administratif telah ditempuh masyarakat demi mendapatkan perhatian pemerintah, namun hasilnya nihil.

“Proposal sudah kami ajukan dari tahun ke tahun, bahkan sampai tahun 2025 terakhir kami ajukan, tapi sampai sekarang belum ada tanggapannya,” tegas Paulus.

Ketiadaan listrik berdampak serius terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari, aktivitas usaha masyarakat terhambat, dan biaya hidup meningkat akibat ketergantungan pada sumber penerangan alternatif yang terbatas.

Jangan Lewatkan :  Akhmad Munir Umumkan Susunan Pengurus Lengkap PWI Pusat 2025–2030

Warga menilai Pemerintah Kabupaten Sanggau gagal menjalankan tanggung jawab dasarnya dalam menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan pembangunan. Di tengah gencarnya narasi pembangunan nasional, Dusun Segok–Sebaboi justru masih hidup dalam gelap.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sanggau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga Pemerintah Pusat segera turun langsung ke lapangan dan memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sanggau maupun pihak PLN terkait belum tersedianya jaringan listrik di Dusun Segok–Sebaboi, Desa Sebuduh.