Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaPeristiwa

Miris, Jembatan Kayu Penghubung Desa Nek Ginap–Desa Siaga di Bengkayang Tak Pernah Tersentuh Perbaikan Sejak 1993

Avatar photo
85
×

Miris, Jembatan Kayu Penghubung Desa Nek Ginap–Desa Siaga di Bengkayang Tak Pernah Tersentuh Perbaikan Sejak 1993

Sebarkan artikel ini

Bengkayang, [Gaperta.id] –  Kondisi jembatan kayu penghubung Desa Nek Ginap dan Desa Siaga menuju Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, kian memprihatinkan.

Jembatan yang dibangun sejak tahun 1993 tersebut hingga kini belum pernah mendapat perbaikan dari pihak pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat.

Pantauan awak media di lapangan,Senen 02/02/2026menunjukkan jembatan tersebut sudah tua dan rapuh. Bahkan, warga terpaksa menambah kayu penyangga di sisi kiri dan kanan jembatan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Salah satu warga setempat, Yohanes Juleng, menyampaikan harapannya kepada pemerintah saat ini agar lebih memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya jembatan di Desa Siaga.

Jangan Lewatkan :  Menteri Nusron Arahkan Transformasi Layanan Pertanahan yang Adaptif terhadap Tuntutan Generasi Muda

“Jembatan ini sudah sangat tua dan rapuh. Seingat saya, dari zaman Bupati Pak Luna, Pak Gidot, sampai Pak Darwis, mereka selalu melewati jembatan ini saat ke Desa Nek Ginap.

Tapi sampai hari ini, bahkan menjelang pemilihan 2029, jalan dan jembatan kami belum juga dibangun,” ungkap Yohanes.
Kekecewaan serupa juga disampaikan Damin, warga lainnya. Ia menilai pemerintah terkesan tutup mata dan hanya memberikan janji-janji politik tanpa realisasi.

Jangan Lewatkan :  Polres Pelabuhan Belawan Laksanakan Bakti Sosial di Kantor FKPM dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-78

“Banyak anak-anak sekolah yang jatuh dari motor ke bawah jembatan dengan ketinggian sekitar 13 meter. Bahkan mobil pun pernah jatuh. Apa harus ada korban jiwa dulu baru jembatan ini dibangun?” ujarnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Anton, Kepala Desa Siaga, membenarkan bahwa kecelakaan di jembatan tersebut kerap terjadi, baik melibatkan pelajar maupun kendaraan roda empat.

“Kami dari pemerintah desa sangat berharap agar jembatan ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah. Keselamatan masyarakat sangat terancam,” tegasnya.

Jangan Lewatkan :  Sambut HUT RI Ke-80, PT KPI Unit Dumai Kumpulkan 600 Kantong Darah untuk Masyarakat

Hal senada disampaikan Marukis, Kepala Desa Nek Ginap. Ia mendukung penuh aspirasi warga Desa Siaga dan Nek Ginap serta meminta adanya sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah legislatif dan eksekutif untuk mengupayakan pembangunan jembatan tersebut.

“Selama ini masyarakat secara swadaya dan gotong royong setiap tahun memperbaiki jembatan, mulai dari mengikat tiang hingga mengganti lantai. Kami berharap pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakat,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kondisi jembatan semakin parah dan menimbulkan korban jiwa.