Labuhanbatu, Gaperta.id
SMKS Pemda Rantauprapat Mengadakan Acara Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M, Jl. K.H Dewantara, Sioldengan, Rantau Selatan, Labuhanbatu, Kamis (05/02/25).
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Lagu Qasidah dari grop nasyid Siswa-siswi SMK Pemda. Acara ini dihadiri oleh Kepala SMKS Pemda Rantauprapat Drs.Bahder Johan Lumbangaol, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Program Studi, Para Dewan Guru dan Tata Usaha serta Siswa-siswa, Peringatan Isra’ Mi’raj yang menghadirkan penceramah Al-Ustad Muhammad Thoibin Munthe,S.Pdi.

Kepala SMKS Pemda Rantauprapat Drs.Bahder Johan Lumbangaol, di wakili M.Azhar Rambe,S.Sos dalam sambutannya mengatakan.” Peristiwa Isra Mi’raj memiliki makna yang mendalam dan inspiratif bagi umat Islam. Bagi siswa-siswi sekolah, memaknai peristiwa ini bukan hanya sebagai sejarah atau kisah religius, tetapi juga sebagai sumber inspirasi spiritual dan pedoman moral dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan kegiatan ini Israq’ Mikraj ini semoga mendapatkan rahmat dari Allah SWT, dan mencontoh sifat Rasul Nabi Muhammad SAW yang memiliki sifat akhlakul karimah ( Aklak yang baik dan terpuji ), katanya.
Selanjutnya Beliau mengingatkan kepada kita bahwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW hakekatnya menuntut kita untuk selalu bertanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan ibadah, khususnya ibadah sholat lima waktu yang sudah ditentukan waktunya yang tidak boleh di tinggalkan.
Dalam ceramahnya Ustad Muhammad Thoibin Munthe,S.Pdi. mengingatkan kepada kita bahwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW hakekatnya menuntut kita untuk selalu bertanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan ibadah, khususnya ibadah sholat lima waktu yang sudah ditentukan waktunya yang tidak boleh di tinggalkan.
Dengan peristiwa Isra Mi’raj ini merupakan memontem sholat Lima waktu, yang di harapkan kita sebagai Ummat islam, yaitu Harus memiliki sifat sabar, tahu diri, dan memakmurkan mesjid, serta berserah diri kepada Allah SWT, dan jangan melalaikan sholat 5 waktu ini, karena sholat itu merupakan tiang agama, jelasnya.
Dan diharapkan kepada anak didik kita betapa pentingnya akhlakul karimah sehingga Islam itu menjadi “ Islam Rahmatan lil ‘Alamin”, dengan Islam ini di harapkan kehadirannya di tengah kehidupan Masyarakat agar mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam semesta, tutupnya.
Redaksi.














