Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Buka Data Teknis, PT KMH Ungkap Penyebab Surutnya Danau Kerinci Bukan Akibat Turbin PLTA

Avatar photo
128
×

Buka Data Teknis, PT KMH Ungkap Penyebab Surutnya Danau Kerinci Bukan Akibat Turbin PLTA

Sebarkan artikel ini

KERINCI, [Gaperta.id] – Manajemen PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) akhirnya membedah data teknis guna menjawab spekulasi publik terkait menyusutnya debit air Danau Kerinci. Dalam forum Coffee Morning bersama awak media dan LSM se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di Hotel Mahkota, Kamis (5/2/2026), pihak perusahaan menegaskan bahwa operasional turbin bukan merupakan penyebab utama fenomena tersebut.

Manager PT KMH, Asroli, memaparkan hasil pemantauan elevasi dan debit air yang menunjukkan pola penurunan alami akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tangkapan air.
Sistem Operasional yang Proporsional

Dalam paparannya, Asroli menjelaskan bahwa kebutuhan air untuk memutar tiga unit turbin PLTA Merangin memang mencapai 100 meter kubik per detik. Namun, ia menekankan bahwa pasokan air tersebut tidak dikuras sepenuhnya dari Danau Kerinci.

Jangan Lewatkan :  Dalam Rangka Menjaga Kamtibmas Polres Pelabuhan Belawan Gelar Latihan Antisifasi Pengendalian Massa

“Sistem kami dirancang untuk menjaga keseimbangan. Dari total kebutuhan pembangkit, hanya sekitar 40 persen yang bersumber dari Danau Kerinci. Sementara 60 persen sisanya dipasok dari aliran Sungai Batang Merangin serta anak-anak sungai pendukung lainnya,” ungkap Asroli.

Ia menambahkan bahwa jika perusahaan memaksakan hanya mengandalkan air danau, hal itu justru akan merugikan keberlanjutan operasional jangka panjang perusahaan sendiri.
Dampak Defisit Curah Hujan dan Modifikasi Cuaca

Berdasarkan data hidrologis awal Januari 2026, PT KMH menemukan adanya defisit curah hujan yang signifikan. Penurunan muka air danau terjadi secara bertahap dan konsisten, yang mencerminkan rendahnya inflow (air masuk) ke sistem danau.

Jangan Lewatkan :  SMA Negeri 3 Menyalahi Hak Siswa dan Prinsip Pendidikan, Memutuskan Siswa Tinggal Kelas Tanpa Melalui Prosedur dan Pembinaan Kepada Siswa

Salah satu faktor eksternal yang diungkapkan adalah adanya dampak modifikasi cuaca yang dilakukan pihak otoritas terkait (BMKG) untuk menekan potensi hujan ekstrem di wilayah Sumatera pascabencana.

“Dampaknya, hujan tidak turun sesuai pola musimnya. Januari yang seharusnya periode hujan, justru mengalami penurunan intensitas hujan di wilayah hulu. Inilah yang menyebabkan respons alami berupa penyusutan muka air danau,” jelasnya lagi.
Transparansi Data Elevasi

PT KMH juga menunjukkan grafik elevasi muka air, inflow, dan outflow. Berdasarkan data tersebut, debit air yang keluar dari danau (outflow) tetap dijaga stabil dan disesuaikan secara ketat dengan ketersediaan air masuk. Tidak ditemukan adanya pelepasan air secara berlebihan maupun pola operasional ekstrem yang menyimpang dari prosedur teknis.

Jangan Lewatkan :  Diminta Pada Gebernur Jambi dan Kopolda Untuk Menutup Galian C Ada Dua Lokasi di Siulak Deras Mudik yang Meresahkan Masyarakat Kerinci.

“Penurunan ini murni respons alami sistem danau terhadap kondisi iklim, bukan akibat gangguan teknis ataupun kesalahan pengelolaan sumber daya air oleh PLTA,” tegas Asroli.

Melalui keterbukaan data ini, PT KMH berharap dapat meredam keresahan masyarakat, khususnya para nelayan dan petani. Pihak perusahaan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memantau keseimbangan ekosistem Danau Kerinci di masa mendatang.