Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

PT Pelindo dan Pemko Medan Jangan Jadi Penonton Melihat Jalan Pelabuhan Raya Yang Hancur

Avatar photo
29
×

PT Pelindo dan Pemko Medan Jangan Jadi Penonton Melihat Jalan Pelabuhan Raya Yang Hancur

Sebarkan artikel ini

BELAWAN,[ Gaperta.id] – Ketua Umum Anak Belawan Bersatu ( ABB ) Dedi Ainal angkat bicara terkait Jalan Pelabuhan Raya yang hancur bertahun tahun,Tampa ada perhatian yang serius dari PT Pelindo dan Pemerintah Kota Medan, sementara aktivitas mobil truk Container dan mobil grobak yang keluar masuk ke Pelabuhan Belawan melintasi Jalan tersebut membuat para pengguna Jalan harus ekstra berhati hati, mengingat sering terjadinya kecelakaan lalulinta Dikarnakan Jalan yang berlubang disepanjang Jalan Pelabuhan Raya yang selalu menjadi pemicunya tutur Dedi.
Senin, 09 Februari 2026.

Masyarakat juga tekankan pada Pelindo dan Pemko Medan serta Perusahaan besar yang ada di Belawan, jangan jadi penonton saja melihat Jalan Pelabuhan Raya yang hancur,tolong segera diperbaiki mengingat masyarakat sudah resah dengan kondisi ini, masyarakat juga mengingatkan PT Pelindo jangan suka bermain api nanti pada ahirnya bisa terbakar sendiri,

Jangan Lewatkan :  Kunjungan Kasad Australia Pererat Kerja Sama Pertahanan dengan Akademi Militer

Dalam hal ini bukan PT Pelindo saja yang harus bertanggung jawab, tapi perusahaan besar yang ada di Belawan, harus juga ikut bertanggung jawab atas kondisi jalan Pelabuhan Raya yang hancur, jangan purak purak tidak tau terkesan tutup mata melihat situasi ini, biar bagai manapun perusahaan besar yang ada di Belawan seperti, PT, Sinar Mas, PT, Musim Mas, PT. PHG, PT, Belawan Indah, PT SAN, dan Depo Penumpukan Contaeiner Dll, mareka juga yang menikmati jalan tersebut tegas Dedi.

Menurut Dedi kalau PT Pelindo tidak bisa mengelola Pelabuhan Belawan, Anak Belawan akan ambil alih Pelabuhan, agar masyarakat Belawan maju dan berkembang,tidak seperti sekarang ini anak Belawan hanya jadi penonton saja

Kita akan buat pas masuk bagi transportasi Pelabuhan untuk mobil truk Contaeiner, gerobak dan lainnya, dan begitu juga untuk para pegawai Pelabuhan dan pengguna Jalan yang masuk ke Belawan. Terkecuali, masyarakat dan anak Belawan itu sendiri, jadi kesannya jangan hanya Pelindo saja yang bisa buat pas masuk Pelabuhan

Jangan Lewatkan :  Menteri AHY Motivasi Taruna/i Akmil, Minta Siapkan Diri untuk Pengabdian kepada Rakyat dan Negara

Dedi Ainal mempertanyakan kemana uang yang mareka kutip, kalau hanya sebatas jalan saja tidak sanggup di perbaiki sudah sampai bertahun tahun dan sebaliknya apa yang di dapat masyarakat Belawan, dari PT Pelindo hanya sampah, limbah, abu dan polusi udara saja yang dapat, inilah faktanya ucap Dedi.

Bandingkan saja waktu PT Pelindo melaksanakan Reklamasi menimbun laut menjadi daratan untu membangun Dermaga penumpukan Container di Gabion Belawan sangat cepat, dan tidak membutuhkan waktu lama, sementara jalan rusak yang ada di sepanjang jalan Pelabuhan Raya tidak butuh di Reklamasi cuku ditimbun dan di bangun, itu pun tidak mampu tegas Dedi

Jangan Lewatkan :  Ketua KPUD Kota Dumai Zulfan: Diskominfotiksan Corong Resmi, Pusat dan Kontribusi Informasi bagi Masyarakat

Menurut Dedi Pelabuhan Belawan yang katanya Pelabuhan Internasional dan Pelabuhan terbesar nomor tiga di Indonesia tapi terkesan tidak punya wibawa dan acu terhadap lingkungan yang hanya Sengsarakan masyarakat saja.

Jadi dalam hal ini bukan saatnya PT Pelindo dan Pemko Medan berdebat soal siapa yang memperbaiki jalan tersebut, tapi memang sudah kewajiban pihak Pelindo dan Pemerintah Kota Medan memperbaikinya, karna selama ini mareka yang ambil hasilnya, jadi jangan korbankan masyarakat dan dibodohi dengan sistem, untuk itu kalau bukan kita anak Belawan yang bersuara siapa lagi, kalau bukan Sekaran kapan lagi, tegas Dedy.

Sementara itu Direktur PT Pelindo Regional 1 Belawan, Junedi Ramli saat dikonfirmasi awak media, melalui pesan singkat terkait Jalan Pelabuhan Raya Belawan yang rusak tidak mendapat jawaban dari yang bersangkutan sampai berita ini diturunkan.

Penulis: Bambang Hermanto