Batanghari, [Gaperta.id] – Isu dugaan ketidaksesuaian standar pembukaan pabrik kelapa sawit milik PT MMS di Kelurahan Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Jambi, kembali mencuat.
Perusahaan tersebut diduga hanya memiliki sekitar 73 hektar kebun sawit dengan fasilitas pengolahan limbah yang terbatas, yakni empat kolam penampungan.
Tak hanya itu, PT MMS juga diduga telah membuang limbah ke Sungai Pilau sejak tahun 2019. Aliran Sungai Pilau sendiri diketahui bermuara ke Sungai Batanghari, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak pencemaran lingkungan.
Sejumlah pertanyaan pun dilayangkan kepada pihak perusahaan, di antaranya terkait jumlah total kebun yang dimiliki PT MMS, kelayakan izin operasional pabrik, lokasi perkebunan, hingga alasan dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai serta jumlah pasti kolam limbah yang tersedia.
Bagas selaku Humas PT MMS belum dapat memberikan keterangan rinci. Ia mengaku tengah dalam perjalanan dan berjanji akan memberikan klarifikasi setelah tiba di lokasi.
“Bang posisi saya lagi di jalan ini bang, pas saya sampai saya telpon lah ya,” ungkap Bagas singkat. Selasa (17/02/2026) vhia Whatsapp….!!














