Panite/NTT, [Gaperta.id] – 45 Siswa di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur
dilaporkan mengalami dugaan keracunan massal pada hari kamis tanggal (30 april 2026) pukul (11:35 WITA).
Insiden ini menimpa dua siswa dari Sekolah Dasar (SD) Gmit Panite 1, satu siswa dari Sekolah Dasar (SD) Inpres Tua Panan,dan lainnya dari Sekolah Menengah Pertama(SMP) Negeri 1 Amanuban Selatan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen (1) Amanuban Selatan dan Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Amanuban Selatan
dan juga dua Orang guru yaitu 1.Yusriana Tefa Mahasiswa PKL Stag Arastama Soe pada SMA Negeri 1 Amanuban Selatan dengan Rinda Banoet Guru di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan.
Para siswa yang mengalami gejala langsung dilarikan ke UPT Puskesmas Panite untuk mendapatkan penanganan medis
di ruang UGD terlihat dipenuhi Siswa dengan kondisi bervariasi mulai dari, mual, diare hingga lemas
sejumlah korban bahkan harus mengalami perawatan intensif.
Pihak tenaga medis saat ini masih melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi para siswa
sementara ini pihak sekolah bersama petugas kesehatan tengah melakukan investigasi awal guna mengungkap pasti insiden tersebut
kejadian ini menimbulkan kekuatiran dikalangan orang tua siswa dan kalangan masyarakat umum, diduga bahwa keracunan massal ini berawal dari makanan bergizi gratis (MBG)
meskipun belum ada keputusan resmi hingga kini belum ada pertanyaan atau keputusan resmi dari Pemerintah Daerah terkait insiden ini
para orang tua siswa dan masyarakat mendesak agar penyelidikan dilakukan secara cepat dan transparansi serta diikuti langkah langkah pencegahan agar kejadian atau insiden ini jangan terulang lagi
Hasil update data terkini di posko dugaan keracunan MBG, dan masih sisa 7 orang siswa yang masih dirawat dan lainnya sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
Kepala dapur MBG, Kecamatan Amanuban Selatan Marthen Tlonaen menyampaikan kepada awak media ini bahwa saat ini ia tidak bisa memberikan statemen terkait adanya dugaan keracunan massal yang menimpa para siswa, SD, SMP, SMA dan juga kegiatan MBG di Kecamatan Amanuban Selatan diberhentikan sementara karena masih menunggu konfirmasi dan hasil uji Lap.














