Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaNasional

Universitas Islam Labuhanbatu Gelar Workshop Digitalisasi UMKM, Benahi Keuangan dan Perkuat Manajemen

Avatar photo
362
×

Universitas Islam Labuhanbatu Gelar Workshop Digitalisasi UMKM, Benahi Keuangan dan Perkuat Manajemen

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu, [Gaperta.id] – Universitas Islam Labuhanbatu (Unisla) melalui Fakultas Ekonomi menggelar workshop bertema digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pengelolaan keuangan serta memperkuat kemampuan manajemen dalam mengambil keputusan bisnis.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Green Garden Hotel Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Sabtu (22/8/2026). Workshop diikuti sebanyak 35 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ekonomi Unisla.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Unisla Sumarno, S.E., M.M., Dekan Fakultas Ekonomi Dewi Ratna Bulan Siregar, S.E., M.M., Kaprodi Akuntansi Taraweh Harahap, S.E., M.Ak., serta para dosen, di antaranya Riana Sitio, S.E., M.Ak., Rini Antika Ritonga, S.E., M.Si., dan Erni Wahyuni, S.E., M.M.

Rektor Unisla Dr. Mukhrizal Effendi, M.SP., yang diwakili Wakil Rektor II Sumarno, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop tersebut diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai mekanisme pengelolaan UMKM sekaligus memberikan pengalaman praktis dalam menjalankan usaha.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami praktik usaha. Dengan demikian, setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memperoleh penghasilan secara mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan mahasiswa lulusan Unisla diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha dengan melihat berbagai peluang bisnis yang ada.

Jangan Lewatkan :  Tidak Ada Tanggapan Dari Kapolres Tanah Karo Kasus Judi Dadu Sari Nembah Kebal Hukum, Polres Tanah Karo Hanya Janji Manis

“Harapan kami, setelah lulus dari Unisla, mahasiswa mampu membuka usaha sendiri dan menciptakan peluang bisnis yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,” tegasnya.

Hadir sebagai narasumber, Maulana Ichsanul Ridjal, S.E., M.Si., pemilik usaha Meat Point.id di Medan, menjelaskan bahwa digitalisasi UMKM merupakan langkah strategis untuk membenahi manajemen keuangan sekaligus meningkatkan kapasitas manajerial dalam mengambil keputusan bisnis.

Menurutnya, peralihan dari sistem manual menuju platform digital dapat membantu pelaku usaha memangkas biaya operasional, mengurangi risiko kesalahan manusia (human error), serta menyediakan data bisnis yang lebih akurat dan dapat dipantau secara real-time.

Ia juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya pembukuan sederhana. Pembukuan merupakan sistem pencatatan keuangan secara berkala untuk mendokumentasikan seluruh transaksi uang masuk dan uang keluar dalam suatu usaha.

“Metode pencatatan yang paling mendasar dan mudah dipelajari oleh pemula adalah sistem pencatatan tunggal atau single entry,” jelasnya.

Materi workshop semakin menarik dengan adanya sesi tanya jawab antara narasumber dan mahasiswa. Para peserta terlihat aktif berdiskusi serta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan usaha, pencatatan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis.

Jangan Lewatkan :  Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanggulangan Keadaan Darurat, Kilang Pertamina Unit Dumai Lakukan Site Verification FERRAT

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Unisla Dewi Ratna Bulan Siregar, S.E., M.M., mengatakan bahwa digitalisasi UMKM merupakan proses transisi dari sistem kerja manual atau konvensional menuju sistem yang berbasis teknologi digital.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar memindahkan aktivitas penjualan ke platform online, tetapi merupakan upaya merombak ekosistem bisnis secara menyeluruh agar operasional menjadi lebih efisien, cepat, terukur, dan minim kesalahan.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek penting dalam proses digitalisasi UMKM, salah satunya adalah digitalisasi operasional dan manajemen.

Dalam bidang manajemen keuangan, pelaku UMKM dapat mengganti pencatatan menggunakan buku kas fisik dengan aplikasi akuntansi digital. Sementara dalam sistem kasir, penggunaan Point of Sale (POS) dapat membantu mencatat transaksi penjualan, memantau persediaan barang, hingga menerima pembayaran nontunai seperti e-wallet dan QRIS.

Digitalisasi juga dapat diterapkan dalam pengelolaan karyawan melalui aplikasi absensi dan sistem penggajian berbasis digital.

Selain itu, digitalisasi pemasaran dan penjualan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan bisnis. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok serta menggunakan iklan digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Jangan Lewatkan :  Danmentar Akmil Pimpin Apel Pemberangkatan Cuti Taruna

Dari sisi saluran penjualan, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan berbagai marketplace maupun membangun situs web toko online sendiri.

“Digitalisasi juga sangat penting dalam mendukung strategi dan pengambilan keputusan bisnis. Dengan data penjualan yang tersedia secara real-time, manajer dapat mengetahui produk yang paling banyak diminati, waktu operasional paling sibuk, hingga menentukan kapan harus melakukan pengadaan atau menambah stok barang,” ujar Dekan.

Menurutnya, penerapan teknologi digital memberikan peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar. Bisnis yang sebelumnya hanya menjangkau konsumen lokal kini dapat memperoleh pelanggan dari luar daerah, bahkan berpotensi menembus pasar internasional.

“Dengan adanya data yang akurat, pemilik atau manajer UMKM tidak lagi mengambil keputusan hanya berdasarkan perkiraan. Strategi bisnis dapat disusun berdasarkan tren dan data nyata sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih tepat,” tutupnya.

Kegiatan workshop ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Unisla untuk memahami perkembangan dunia usaha sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan. Dengan menguasai pengelolaan keuangan, manajemen, dan teknologi digital, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Penulis: RedaksiEditor: Redaksi