Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
PeristiwaRegional

Tarif Tetap Berjalan, Fasilitas Depo MTI Belawan Dikeluhkan: Pengguna Jasa Desak Pembenahan

Avatar photo
57
×

Tarif Tetap Berjalan, Fasilitas Depo MTI Belawan Dikeluhkan: Pengguna Jasa Desak Pembenahan

Sebarkan artikel ini

BELAWAN, [Gaperta.id] — Kondisi fasilitas depo kontainer yang dikelola PT Multi Terminal Indonesia (MTI) di kawasan Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, menjadi sorotan sejumlah pengguna jasa. Genangan air, kondisi permukaan lapangan dan akses jalan yang dinilai membutuhkan pembenahan dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran aktivitas operasional dan logistik, Rabu (02/09/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian area penumpukan kontainer terlihat tergenang air. Kondisi permukaan lapangan yang tidak rata juga terlihat di beberapa titik.

Situasi tersebut dikeluhkan pengguna jasa karena depo kontainer merupakan salah satu fasilitas penting dalam mendukung kelancaran arus barang di kawasan Pelabuhan Belawan.

Seorang pelaku usaha yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, pengguna jasa tetap memenuhi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan, sehingga mereka berharap fasilitas yang tersedia juga mendapatkan pemeliharaan secara optimal.

“Biaya tetap berjalan, tetapi kondisi prasarana seperti ini tentu merugikan kami sebagai pengguna jasa. Kami berharap fasilitas depo mendapat perhatian dan segera dibenahi,” ujarnya.

Jangan Lewatkan :  PGN Perluas Akses Energi Bersih di Tangerang Lewat GasKita

Menurut sumber tersebut, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah sistem drainase. Genangan yang terjadi disebut semakin terasa ketika kondisi lapangan dan saluran pembuangan air tidak mampu mengalirkan air secara optimal.

Namun, penyebab pasti munculnya genangan maupun kondisi teknis sistem drainase tersebut masih memerlukan penjelasan dari pihak pengelola.

Selain genangan, kondisi akses jalan, permukaan lapangan, serta penerangan di kawasan depo turut menjadi perhatian pengguna jasa.

Mereka berharap pengelola melakukan evaluasi menyeluruh agar kegiatan operasional dapat berlangsung lebih aman dan lancar.

Sorotan terhadap kondisi tersebut juga muncul di tengah perubahan korporasi setelah PT Prima Indonesia Logistik (PIL) bergabung dengan PT Multi Terminal Indonesia (MTI).

Sejumlah perusahaan disebut memanfaatkan fasilitas dan layanan di kawasan tersebut untuk menunjang aktivitas logistik. Karena itu, kualitas infrastruktur depo dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai distribusi barang dari dan menuju Pelabuhan Belawan.

Jangan Lewatkan :  Penginapan Citra Sekayam Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online Bermodus Deposit.

KPI Belawan:
Perlu Evaluasi dan Pembenahan
Terpisah, pengguna jasa kepelabuhanan sekaligus Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Belawan, Sumatera Utara, Rudi Hartono, S.H., menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pengelola.

Menurut Rudi, fasilitas strategis kepelabuhanan semestinya didukung standar pemeliharaan, manajemen risiko serta pengawasan yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

“Jika dibiarkan berlarut, kondisi seperti ini berpotensi memengaruhi kepercayaan pelaku usaha terhadap ekosistem logistik,” ujar Rudi.

Ia berharap pengelola segera melakukan evaluasi terhadap kondisi lapangan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan, khususnya terhadap drainase, akses jalan, penerangan serta fasilitas pendukung operasional lainnya.

Menurutnya, pembenahan bukan hanya menyangkut kenyamanan pengguna jasa, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran operasional dan kualitas pelayanan pada salah satu kawasan logistik strategis di Sumatera Utara.

Jangan Lewatkan :  Management Walkthrough VP Subsidiary Risk Management PT Pertamina (Persero) Tekankan Aspek HSSE Harus Dipahami Seluruh Pekerja dan Mitra Kerja

MTI Belum Memberikan Tanggapan
Sementara itu, upaya konfirmasi disebut telah dilakukan kepada pihak PT Multi Terminal Indonesia untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi fasilitas depo, program pemeliharaan, serta rencana penanganan terhadap sejumlah keluhan pengguna jasa.

Hingga berita ini disusun, pihak yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada PT Multi Terminal Indonesia maupun pihak terkait agar informasi mengenai kondisi dan pengelolaan depo kontainer tersebut dapat disajikan secara berimbang.

Para pengguna jasa berharap evaluasi dan pembenahan dapat segera dilakukan sehingga fasilitas depo kontainer di kawasan Pelabuhan Belawan mampu menunjang kegiatan logistik secara aman, efektif dan sesuai standar pelayanan yang semestinya.

Penulis: Bambang Hermanto