Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Aklamasi di Muscab III, Hendra Sutan Rambe Kembali Pimpin FSPTSI-KSPSI Paluta 2026–2030

Avatar photo
57
×

Aklamasi di Muscab III, Hendra Sutan Rambe Kembali Pimpin FSPTSI-KSPSI Paluta 2026–2030

Sebarkan artikel ini

PALUTA, [Gaperta.id] – Kepercayaan kembali diberikan kepada Hendra Sutan Rambe, S.Pd. untuk melanjutkan kepemimpinan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSPTSI-KSPSI) Kabupaten Padang Lawas Utara.

Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) III FSPTSI-KSPSI Kabupaten Padang Lawas Utara yang digelar di Aula Hotel Mitra Gunungtua, Senin (28/9/2026), Hendra kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PC FSPTSI-KSPSI Paluta untuk periode 2026–2030.

Terpilihnya Hendra bukan hanya menjadi penanda berlanjutnya kepemimpinan organisasi, tetapi sekaligus menunjukkan masih kuatnya kepercayaan jajaran Pimpinan Unit Kerja (PUK) terhadap arah perjuangan yang dibangun selama masa kepemimpinannya.

Seluruh PUK FSPTSI-KSPSI se-Kabupaten Padang Lawas Utara yang memiliki hak suara secara bulat memberikan dukungan kepada Hendra untuk kembali menakhodai organisasi pekerja tersebut.

Proses pemilihan berlangsung tertib, demokratis dan dalam suasana kekeluargaan.

Tak terlihat persaingan tajam yang memecah organisasi. Sebaliknya, forum Muscab menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan kembali langkah dan arah perjuangan buruh di Padang Lawas Utara.

Bukan Sekadar Pergantian Kepengurusan

Muscab III tersebut sebelumnya dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Padang Lawas Utara H. Basri Harahap.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa organisasi buruh tidak cukup hanya berkembang dari sisi jumlah anggota maupun serapan tenaga kerja.

Menurutnya, perjuangan organisasi pekerja harus menyentuh persoalan mendasar yang berhubungan langsung dengan kehidupan buruh dan keluarganya.

Mulai dari perlindungan ketenagakerjaan, jaminan sosial, peningkatan kompetensi hingga pemenuhan hak-hak pekerja harus menjadi perhatian bersama.

Pesan tersebut kemudian menjadi salah satu ruh dalam Muscab III.

Sebab, organisasi buruh tidak hanya dituntut mampu menghadirkan lapangan kerja, tetapi juga memastikan setiap pekerja mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang sesuai dengan aturan ketenagakerjaan.

Di tengah dinamika sektor perkebunan, transportasi dan berbagai aktivitas industri di Kabupaten Padang Lawas Utara, posisi organisasi pekerja dinilai semakin strategis.

Jangan Lewatkan :  CV Rama Putra Mengerjakan Enam Proyek Cipta Karya: Dugaan Pelanggaran Aturan dan Monopoli

FSPTSI-KSPSI diharapkan mampu berdiri sebagai penghubung antara buruh, perusahaan dan pemerintah, sehingga persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan melalui komunikasi serta dialog yang konstruktif.

Amanah Kedua untuk Hendra

Setelah dinyatakan terpilih secara aklamasi, Hendra Sutan Rambe berdiri di hadapan peserta Muscab.

Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh PUK dan jajaran FSPTSI-KSPSI yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya.

Bagi Hendra, terpilih kembali untuk periode kedua bukan sekadar kemenangan personal.

Ia memandang kepercayaan tersebut justru sebagai tanggung jawab yang semakin besar.

 “Alhamdulillah, terima kasih atas kepercayaan kawan-kawan PUK. Terpilih secara aklamasi ini adalah amanah besar. Ini bukan kemenangan saya pribadi, tetapi kemenangan seluruh buruh dan pengurus FSPTSI-KSPSI Paluta,” ujar Hendra.

Menurutnya, jabatan dalam organisasi pekerja tidak boleh hanya dipahami sebagai posisi struktural.

Di balik jabatan tersebut terdapat tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan para pekerja yang setiap hari menggantungkan kehidupan keluarganya dari hasil kerja di sektor perkebunan, transportasi dan sektor-sektor lainnya.

Kepercayaan yang kembali diberikan itu, kata Hendra, harus dijawab dengan kerja nyata.

Ia pun menyiapkan sejumlah agenda prioritas untuk periode kepemimpinan 2026–2030.

Perkuat PUK hingga Tingkat Lapangan

Program pertama yang akan menjadi perhatian adalah konsolidasi organisasi.

Hendra menilai kekuatan organisasi tidak hanya berada pada struktur pimpinan cabang, tetapi justru pada PUK yang bersentuhan langsung dengan persoalan pekerja di lapangan.

Karena itu, penguatan PUK di perusahaan-perusahaan perkebunan, sektor transportasi dan tempat kerja lainnya akan menjadi bagian penting dalam kepemimpinan periode kedua.

Melalui konsolidasi yang kuat, komunikasi antara anggota, PUK dan pimpinan cabang diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Persoalan yang muncul di lapangan juga diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penyelesaiannya tidak selalu menunggu konflik menjadi besar.

Konsolidasi, menurut Hendra, juga harus mampu membangun kedisiplinan dan rasa memiliki terhadap organisasi.

Jangan Lewatkan :  Sumur Minyak Ilegal di Senami Terbakar, Pemilik Masih Bebas: Kinerja APH Dipertanyakan

FSPTSI-KSPSI diharapkan menjadi rumah bersama bagi pekerja untuk mendapatkan pendampingan, advokasi dan pembinaan.

BPJS, Upah Layak dan Hak Buruh Jadi Perhatian

Program prioritas berikutnya adalah perjuangan kesejahteraan pekerja.

Hendra menegaskan bahwa perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, persoalan upah yang layak serta pemenuhan hak-hak buruh berdasarkan ketentuan perundang-undangan akan terus menjadi perhatian organisasi.

Bagi FSPTSI-KSPSI, keberhasilan sebuah organisasi pekerja tidak cukup diukur dari seberapa banyak orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan para pekerja tersebut memperoleh hak-haknya secara layak.

Ketika terjadi kecelakaan kerja, pekerja harus memiliki perlindungan.

Ketika menjalankan pekerjaannya, buruh juga harus memperoleh kepastian mengenai hak dan kewajibannya.

Demikian pula persoalan kesejahteraan, menurutnya, harus terus diperjuangkan melalui mekanisme yang tepat.

Organisasi buruh memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan aspirasi pekerja tanpa mengabaikan keberlangsungan perusahaan dan stabilitas daerah.

Bangun Kemitraan, Bukan Pertentangan

Hendra juga menempatkan kemitraan strategis sebagai salah satu pilar penting kepemimpinannya.

Hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara, Polres Padang Lawas Utara, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan akan terus dibangun melalui komunikasi yang terbuka.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak selalu harus diselesaikan melalui konfrontasi.

Dialog dan musyawarah justru harus menjadi pilihan utama ketika persoalan masih dapat dibicarakan.

 “Kami akan terus menjadi jembatan. Buruh sejahtera, perusahaan maju, daerah kondusif,” tegas Hendra.

Kalimat tersebut menjadi gambaran arah yang ingin dibawa FSPTSI-KSPSI Paluta dalam empat tahun mendatang.

Di satu sisi, organisasi tetap harus berdiri tegak memperjuangkan hak pekerja.

Namun di sisi lain, komunikasi dengan pengusaha dan pemerintah juga harus dijaga agar hubungan industrial tetap sehat.

Dari Organisasi Buruh Menuju Mitra Pembangunan

Perjalanan organisasi buruh di Padang Lawas Utara kini memasuki tantangan yang berbeda.

Jika dahulu perjuangan lebih banyak berfokus pada terbukanya lapangan pekerjaan, kini tuntutannya berkembang menjadi bagaimana pekerjaan tersebut memberikan rasa aman, kesejahteraan dan masa depan bagi keluarga pekerja.

Jangan Lewatkan :  Pembentukan Tim Kemenangan "JOUS" di Kecamatan Meliau

Karena itulah, kepengurusan periode 2026–2030 mempunyai pekerjaan rumah yang tidak ringan.

Organisasi harus mampu memperluas jangkauan, memperkuat kualitas sumber daya anggota, meningkatkan kemampuan bernegosiasi, serta membangun citra pekerja yang profesional dan beretika.

Di tengah perubahan tersebut, FSPTSI-KSPSI juga dituntut mampu beradaptasi dengan pola hubungan industrial yang semakin dinamis.

Pekerja membutuhkan organisasi yang tidak hanya hadir ketika muncul konflik, tetapi juga mampu memberikan pembinaan sebelum persoalan terjadi.

Muscab III pun menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan masa lalu sekaligus merumuskan langkah menuju masa depan.

Terpilihnya Hendra secara aklamasi menunjukkan bahwa mayoritas PUK memilih kesinambungan kepemimpinan sebagai jalan untuk menjaga stabilitas organisasi.

Kepercayaan yang Harus Dijawab dengan Kerja

Bagi Hendra, dukungan penuh para PUK bukanlah akhir dari proses Muscab.

Justru dari titik itulah periode kepemimpinan baru dimulai.

Empat tahun ke depan akan menjadi ujian apakah konsolidasi organisasi benar-benar semakin kuat, perlindungan pekerja semakin luas, dan hubungan antara buruh, pemerintah serta perusahaan mampu berjalan semakin baik.

Harapan besar juga datang dari para anggota.

Mereka menginginkan FSPTSI-KSPSI tidak hanya dikenal sebagai organisasi dengan jumlah anggota yang besar, tetapi juga sebagai organisasi yang mampu memperjuangkan kepentingan pekerja secara terukur, bermartabat dan sesuai aturan.

Kepemimpinan periode kedua Hendra Sutan Rambe pun membawa pesan yang jelas: kepercayaan tidak cukup disimpan dalam keputusan Muscab, tetapi harus dibuktikan melalui kerja dan keberpihakan nyata kepada pekerja.

Dengan kembali terpilihnya Hendra sebagai Ketua PC FSPTSI-KSPSI Kabupaten Padang Lawas Utara periode 2026–2030, diharapkan organisasi tersebut semakin solid dan mampu menempatkan diri sebagai salah satu kekuatan penting dalam mendorong kesejahteraan pekerja serta menjaga hubungan industrial yang kondusif di Bumi Balakka.