Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Menjemput Terang dari Gotong Royong, Warga Segok Seboi Bersihkan Jalur Demi Harapan Listrik PLN

Avatar photo
46
×

Menjemput Terang dari Gotong Royong, Warga Segok Seboi Bersihkan Jalur Demi Harapan Listrik PLN

Sebarkan artikel ini

SANGGAU, [Gaperta.id] — Di tengah hamparan perkebunan dan jalan tanah yang membelah wilayah Dusun Segok Seboi, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sebuah harapan sederhana sedang diperjuangkan warga: menikmati aliran listrik yang lebih memadai melalui jaringan PLN.

Harapan itu tidak hanya disampaikan melalui kata-kata.

Warga justru memilih turun langsung ke lapangan, membersihkan jalur yang direncanakan akan dilalui pembangunan jaringan dan pemasangan tiang listrik.

Dengan peralatan seadanya, masyarakat bergotong royong menebas semak, membersihkan ranting serta pohon yang menghalangi jalur, hingga membuka akses agar pekerjaan pemasangan jaringan nantinya dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Dokumentasi di lapangan memperlihatkan sejumlah warga bekerja bersama di sepanjang jalan perkebunan. Sebagian membersihkan batang dan ranting pohon, sementara warga lainnya membantu merapikan jalur.

Di sisi jalan, sepeda motor warga terparkir. Mereka datang bukan sebagai pekerja proyek, melainkan sebagai masyarakat yang memiliki harapan sama terhadap hadirnya listrik di kampung mereka.

Listrik Bukan Sekadar Lampu Menyala

Bagi masyarakat Segok Seboi, hadirnya jaringan listrik PLN memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar membuat rumah menjadi terang pada malam hari.

Jangan Lewatkan :  PT PIL Aktifkan Layanan Transportasi Kereta Api Rute Sei Mangkei Belawan

Listrik menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan masyarakat modern.

Anak-anak membutuhkan penerangan untuk belajar. Keluarga memerlukan listrik untuk kebutuhan rumah tangga. Pelaku usaha kecil juga membutuhkan sumber energi agar aktivitas ekonomi dapat berkembang.

Begitu pula komunikasi dan pemanfaatan teknologi yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, setiap kabar mengenai rencana masuknya jaringan PLN membawa harapan tersendiri bagi masyarakat.

Harapan tersebut kemudian mereka jawab dengan sebuah sikap: masyarakat tidak ingin hanya menunggu.

Mereka berusaha melakukan bagian yang dapat mereka kerjakan terlebih dahulu.

Warga Membuka Jalan, Menunggu Realisasi

Kerja bakti yang dilakukan warga menjadi bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut.

Masyarakat berharap dengan dibersihkannya jalur yang akan dilalui, tidak ada lagi hambatan berarti ketika pekerjaan pemasangan tiang dan jaringan benar-benar dilaksanakan.

Namun di balik semangat itu tersimpan satu harapan yang tidak kalah penting.

Warga menginginkan agar rencana tersebut benar-benar diwujudkan dan tidak berhenti hanya pada tahap persiapan.

Jangan Lewatkan :  Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Implementasikan ‘Stop Work Authority’, Kini Semua Pekerja Bisa Stop Pekerjaan Tak Aman

Bagi masyarakat, tiang yang nantinya berdiri baru menjadi awal.

Tujuan akhirnya adalah ketika jaringan tersambung, aliran listrik masuk ke permukiman, dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh keluarga-keluarga di Dusun Segok Seboi.

Karena itu, masyarakat berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan kepastian mengenai tahapan pembangunan maupun realisasi jaringan tersebut.

Gotong Royong yang Menyimpan Harapan

Apa yang dilakukan warga Segok Seboi juga memperlihatkan bahwa pembangunan di wilayah pedesaan tidak selalu harus dimulai dengan alat berat atau proyek berskala besar.

Terkadang pembangunan dimulai dari tangan-tangan masyarakat yang bergotong royong membersihkan sebuah jalan.

Di balik ranting yang dipotong dan semak yang disingkirkan, terdapat keinginan agar kampung mereka ikut menikmati pembangunan sebagaimana wilayah lainnya.

Masyarakat telah menunjukkan kesiapan untuk mendukung.

Kini mereka menunggu langkah berikutnya dari pihak terkait agar kerja bersama yang sudah dilakukan tidak menjadi sia-sia.

Kehadiran listrik di sebuah wilayah juga memiliki efek yang lebih luas. Ketika penerangan membaik, kesempatan belajar bertambah. Ketika sumber energi tersedia, kegiatan ekonomi dapat berkembang. Ketika akses teknologi semakin terbuka, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar mengikuti perkembangan zaman.

Jangan Lewatkan :  Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, PT KPI Unit Dumai Bersama Kejari Gelar Diskusi Hukum

Oleh sebab itu, pembangunan jaringan listrik bukan sekadar persoalan memasang kabel dan mendirikan tiang.

Ia menyangkut kualitas hidup masyarakat.

Dari Jalan Tanah Menuju Harapan Baru

Warga Segok Seboi mungkin belum dapat memastikan kapan jaringan listrik tersebut benar-benar terpasang dan beroperasi.

Namun satu hal sudah mereka tunjukkan: kesiapan masyarakat tidak perlu diragukan.

Mereka telah turun bersama-sama, membuka jalur dan membersihkan hambatan yang berada di sepanjang lintasan.

Kini harapan itu berada pada tahapan berikutnya.

Masyarakat berharap pihak terkait dapat melanjutkan proses tersebut sampai tuntas—dari pemasangan tiang, penarikan jaringan, hingga akhirnya aliran listrik benar-benar hadir di tengah kehidupan warga.

Sebab bagi masyarakat di pelosok, listrik bukan soal kemewahan.

Terang di malam hari adalah kebutuhan, sarana anak-anak belajar, penopang kegiatan ekonomi, sekaligus jembatan menuju kehidupan yang lebih baik.

Dan dari sebuah kerja bakti sederhana di jalan perkebunan Segok Seboi, masyarakat sedang menyampaikan pesan yang sangat jelas:

mereka telah membuka jalannya, kini mereka menunggu terang itu benar-benar datang.