Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Dibuka Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Festival di Dermaga Danau Kerinci Angkat Kekayaan Tradisi 18 Kecamatan; Kisah Nek Salih Indah Menjadi Perhatian dalam Pelestarian Budaya Lokal

Avatar photo
260
×

Dibuka Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Festival di Dermaga Danau Kerinci Angkat Kekayaan Tradisi 18 Kecamatan; Kisah Nek Salih Indah Menjadi Perhatian dalam Pelestarian Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini

KERINCI, JAMBI, [Gaperta.id] – Pesona budaya Bumi Sakti Alam Kerinci kembali menunjukkan keistimewaannya. Di tengah keindahan panorama Danau Kerinci yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi, semangat menjaga warisan leluhur dihidupkan melalui penyelenggaraan Festival Budaya Kerinci 2026, Kamis (22/10/2026).

Festival yang mengusung tema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya” tersebut, berdasarkan laporan kontributor Gaperta.id, dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., di kawasan Dermaga Danau Kerinci.

Penyelenggaraan festival menjadi momentum memperkenalkan kembali kekayaan adat, seni, tradisi, dan kearifan lokal yang telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat Kerinci secara turun-temurun.

Dengan keterlibatan unsur masyarakat dari 18 kecamatan se-Kabupaten Kerinci sebagaimana dilaporkan kontributor, perhelatan ini menghadirkan semangat kebersamaan untuk menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Festival tersebut tidak hanya menampilkan keberagaman seni dan tradisi, tetapi juga mengangkat kembali pesan penting bahwa kemajuan sebuah daerah tidak boleh memutus hubungan masyarakat dengan akar sejarah dan nilai-nilai leluhurnya.

Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya

Julukan Sekepal Tanah Surga telah lama menjadi bagian dari gambaran keindahan Kerinci, daerah yang dikenal melalui bentang alam pegunungan, danau, hamparan pertanian, serta kekayaan kebudayaannya.

Namun, keistimewaan Kerinci tidak hanya terletak pada panorama alam.

Di balik keindahan tersebut, tersimpan warisan budaya berupa adat istiadat, seni pertunjukan, tradisi lisan, benda budaya, hingga berbagai pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi.

Kekayaan itulah yang menjadi semangat utama Festival Budaya Kerinci 2026.

Berbagai agenda disiapkan dalam rangkaian kegiatan selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026, di kawasan Dermaga Danau Kerinci dan Balai Adat Tigo Luhah Semurup.

Kegiatan tersebut mencakup Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup, pameran benda budaya, atraksi seni tradisional, kuliner khas daerah, Pacu Biduk, serta sejumlah pertunjukan yang menggambarkan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Jangan Lewatkan :  PLT, Dirut PT, PIL Terpilih Sebagai Dewan Pembina Hasil Muswil DPW, ASDEKI Wilayah Sumut

Melalui rangkaian kegiatan itu, masyarakat dan wisatawan memperoleh kesempatan untuk mengenal Kerinci bukan sekadar sebagai tujuan wisata alam, melainkan juga sebagai daerah yang memiliki kekayaan identitas dan sejarah.

Kisah Nek Salih Indah, Warisan Budaya yang Layak Didokumentasikan

Salah satu unsur budaya yang menarik perhatian dalam informasi yang diterima redaksi adalah kisah Nek Salih Indah, yang disebut berkaitan dengan tradisi dan cerita masyarakat Kerinci.

Dalam agenda kesenian festival juga tercantum pertunjukan Tari Nik Salih Indah.

Keberadaan unsur budaya tersebut membuka ruang untuk menelusuri lebih jauh nilai-nilai tradisi, latar cerita, serta makna yang terkandung di dalamnya.

Cerita rakyat dan seni pertunjukan tradisional memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat karena dapat menjadi media pewarisan nilai, pandangan hidup, serta ingatan kolektif suatu daerah.

Akan tetapi, sejarah dan asal-usul suatu cerita perlu didalami bersama tokoh adat, pelaku seni, budayawan, serta masyarakat yang mewariskan tradisi tersebut.

Pendokumentasian menjadi salah satu langkah penting agar pengetahuan budaya tidak hanya bertahan melalui ingatan lisan.

Dengan kajian yang memadai, cerita dan seni tradisional dapat diperkenalkan melalui pendidikan, penelitian, pertunjukan, maupun literasi kebudayaan.

Warisan budaya akan tetap hidup ketika generasi penerus tidak hanya mengenal namanya, tetapi juga memahami nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.

Bupati Monadi Dorong Pelestarian Identitas Daerah

Bupati Kerinci, Monadi, dalam keterangannya mengenai penyelenggaraan festival menekankan pentingnya menjaga kekayaan adat dan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Menurutnya, generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal, mencintai, dan ikut mempertahankan warisan yang menjadi kebanggaan daerah.

Pandangan tersebut memperlihatkan pentingnya keberlanjutan pelestarian budaya melalui keterlibatan masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, dan para pelaku seni.

Pelestarian budaya juga tidak cukup dilakukan melalui penyelenggaraan festival tahunan.

Diperlukan langkah yang berkesinambungan, seperti pendataan warisan budaya, pembinaan pelaku seni, penguatan komunitas adat, serta penyediaan ruang bagi generasi muda untuk mempelajari tradisi daerah.

Jangan Lewatkan :  Sejarah Baru PWI Dumai, Anggota UKW Utama Jadi Narasumber Pelatihan Jurnalistik Universitas Dumai

Dengan demikian, nilai-nilai kebudayaan dapat terus berkembang tanpa kehilangan keaslian dan makna sejarahnya.

Dukungan Pemerintah Provinsi bagi Penguatan Kebudayaan Kerinci

Kehadiran Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, sebagaimana dilaporkan kontributor, menjadi bagian dari perhatian pemerintah provinsi terhadap penyelenggaraan kegiatan kebudayaan di Kabupaten Kerinci.

Festival ini menghadirkan kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pelestarian adat, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.

Kerinci memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata berbasis kebudayaan melalui keunikan tradisi dan identitas lokalnya.

Namun, pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan penghormatan terhadap nilai adat, keberlanjutan tradisi, dan keterlibatan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pewaris budaya.

Dengan pendekatan tersebut, festival dapat menjadi sarana memperkenalkan kebudayaan tanpa menjadikannya sekadar tontonan yang kehilangan makna.

Festival Budaya Juga Membuka Peluang Ekonomi Masyarakat

Selain memiliki nilai historis dan edukatif, Festival Budaya Kerinci 2026 diharapkan membawa manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat.

Kehadiran pengunjung selama penyelenggaraan festival berpotensi meningkatkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak dalam bidang kuliner tradisional, kerajinan, perdagangan, dan jasa wisata.

Para pelaku seni dan komunitas budaya juga mendapatkan ruang untuk memperkenalkan hasil kreativitas serta keterampilan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pemerintah daerah diharapkan mampu menjadikan festival sebagai sarana memperkuat promosi produk lokal dan memperluas kesempatan ekonomi kreatif.

Namun, keberhasilan festival dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat memerlukan evaluasi yang terukur, termasuk terhadap keterlibatan pelaku UMKM, kunjungan wisatawan, serta dampak ekonomi yang dihasilkan.

Dengan demikian, festival tidak hanya dikenang karena kemeriahannya, tetapi juga karena manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menjaga Warisan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman

Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup membawa tantangan tersendiri bagi keberlangsungan kebudayaan daerah.

Jangan Lewatkan :  Polisi Kawal Ketat Kedatangan 7.870 Bilk Suara KPU Kabupaten Kubu Raya

Berbagai tradisi yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari berisiko semakin jarang dikenal apabila tidak diwariskan secara aktif kepada generasi penerus.

Karena itu, Festival Budaya Kerinci memiliki peran penting sebagai ruang pertemuan antara generasi tua yang menyimpan pengetahuan adat dan generasi muda yang akan meneruskannya.

Melalui seni pertunjukan, cerita rakyat, pameran benda budaya, serta kegiatan tradisional, masyarakat diajak memahami kembali kekayaan yang menjadi akar kehidupan mereka.

Pendidikan kebudayaan juga dapat dikembangkan melalui sekolah, komunitas, dan kegiatan masyarakat agar pemahaman mengenai adat tidak berhenti pada acara seremonial.

Sebab, sebuah daerah dapat berkembang melalui pembangunan fisik dan kemajuan ekonomi, tetapi identitasnya tetap bertumpu pada sejarah, nilai, dan kebudayaan yang diwariskan oleh para leluhur.

Dari Kerinci untuk Indonesia, Budaya Lokal Menuju Panggung yang Lebih Luas

Festival Budaya Kerinci 2026 membawa harapan agar kekayaan tradisi daerah semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan wisatawan dari berbagai wilayah.

Dengan tema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya”, festival tersebut memperlihatkan bahwa potensi Kerinci bukan hanya pada keindahan alam yang memikat, tetapi juga pada kekayaan budaya yang memberikan karakter tersendiri bagi daerah.

Kisah dan pertunjukan tradisional seperti Nek atau Nik Salih Indah menjadi salah satu pengingat bahwa setiap warisan budaya memiliki cerita yang layak ditelusuri, dijaga, dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Melalui penyelenggaraan festival, masyarakat Kerinci diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga peninggalan leluhur sebagai bagian dari jati diri daerah.

Karena kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan jembatan yang menghubungkan sejarah, kehidupan hari ini, dan masa depan suatu bangsa.

Festival Budaya Kerinci 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat tersebut sekaligus memperkenalkan kekayaan Bumi Sakti Alam Kerinci kepada masyarakat yang lebih luas.

KERINCI BERGERAK, KERINCI MAJU — BUDAYA LESTARI, PARIWISATA MENDUNIA.