Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaTNI/POLRI

Tradisi Korps Pesta Air Taruna Akmil Tk IV/Sermatutar

Avatar photo
434
×

Tradisi Korps Pesta Air Taruna Akmil Tk IV/Sermatutar

Sebarkan artikel ini

Magelang, [Gaperta.id] – 01 Juli 2024 Wakil Gubernur Akademi Militer (Akmil), Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho, memimpin acara Pesta Air dalam rangka Tradisi Korps Taruna Akmil tingkat IV/ Sermatutar TP 2023/2024 di Kolam Renang Soekotjo, Magelang. Acara tersebut dihadiri oleh para Pejabat Distribusi Akmil, ibu Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Akmil, Pengurus Yayasan Kartika Jaya Cabang XII Akmil, serta para perwira, pengasuh, dan taruna Akmil.

Jangan Lewatkan :  Raja Peti Inisial AS Diduga Mengendalikan Pion Perdagangan Emas Ilegal di Kalbar Dalam Permainan Catur

Dalam amanat tertulis Gubernur Akmil yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Akmil, menegaskan pentingnya air dalam kehidupan manusia. Pesta Air menjadi simbol untuk membersihkan diri dari kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan oleh taruna selama pendidikan dan latihan di Akmil. Tradisi ini sejalan dengan nilai-nilai Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, yang berorientasi pada terciptanya jiwa yang bersih, mental pantang menyerah, karakter yang kuat, serta tulus dan ikhlas.

Jangan Lewatkan :  Dalam Rangkaian Peringatan HUT Ke - 16, Kasal Terima Himpunan Warakawuri di Jakarta Pusat

Wakil Gubernur Akmil juga mengingatkan bahwa bangsa dan negara membutuhkan perwira TNI yang profesional, bermental juang, serta memiliki moral yang bersih. Diharapkan, para taruna dapat menjalankan tugas dengan baik, berpegang pada aturan hukum, dan selalu mengutamakan moral yang dilandasi iman dan takwa kepada Allah Swt. Dengan demikian, mereka bisa menjadi contoh dan panutan bagi anak buah di satuan serta masyarakat di tempat tugas.

Jangan Lewatkan :  Gagalkan 19 Calon PMI Non Prosedural, Tim Gabungan F1QR Lanal Dumai dan Tim Satgas Denintel Koarmada I Tetapkan 2 Tersangka

Dalam pelaksanaan Tradisi Pesta Air, para taruna tidak hanya bermain air atau sekadar berbasah-basahan, tetapi juga meresapi dan mengamalkan makna dari kegiatan ini dalam penugasan dan kehidupan sehari-hari.

(Albert)