Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaTNI/POLRI

Tradisi Korps Pesta Air Taruna Akmil Tk IV/Sermatutar

Avatar photo
307
×

Tradisi Korps Pesta Air Taruna Akmil Tk IV/Sermatutar

Sebarkan artikel ini

Magelang, [Gaperta.id] – 01 Juli 2024 Wakil Gubernur Akademi Militer (Akmil), Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho, memimpin acara Pesta Air dalam rangka Tradisi Korps Taruna Akmil tingkat IV/ Sermatutar TP 2023/2024 di Kolam Renang Soekotjo, Magelang. Acara tersebut dihadiri oleh para Pejabat Distribusi Akmil, ibu Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Akmil, Pengurus Yayasan Kartika Jaya Cabang XII Akmil, serta para perwira, pengasuh, dan taruna Akmil.

Jangan Lewatkan :  PGN Gandeng BUMD Papua Barat, Optimalkan Pemanfaatan LNG Tangguh

Dalam amanat tertulis Gubernur Akmil yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Akmil, menegaskan pentingnya air dalam kehidupan manusia. Pesta Air menjadi simbol untuk membersihkan diri dari kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan oleh taruna selama pendidikan dan latihan di Akmil. Tradisi ini sejalan dengan nilai-nilai Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, yang berorientasi pada terciptanya jiwa yang bersih, mental pantang menyerah, karakter yang kuat, serta tulus dan ikhlas.

Jangan Lewatkan :  Akmil Gelar Seminar Nasional tentang Transformasi Birokrasi di Era 5.0

Wakil Gubernur Akmil juga mengingatkan bahwa bangsa dan negara membutuhkan perwira TNI yang profesional, bermental juang, serta memiliki moral yang bersih. Diharapkan, para taruna dapat menjalankan tugas dengan baik, berpegang pada aturan hukum, dan selalu mengutamakan moral yang dilandasi iman dan takwa kepada Allah Swt. Dengan demikian, mereka bisa menjadi contoh dan panutan bagi anak buah di satuan serta masyarakat di tempat tugas.

Jangan Lewatkan :  Ribuan Massa Membludak di Acara Deklarasi dan Pelantikan Tim Monadi-Murison di Sungai Batu Gantih Hilir.

Dalam pelaksanaan Tradisi Pesta Air, para taruna tidak hanya bermain air atau sekadar berbasah-basahan, tetapi juga meresapi dan mengamalkan makna dari kegiatan ini dalam penugasan dan kehidupan sehari-hari.

(Albert)