Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaNasional

Buka Rapat TPAKD 2025, Wabup Murison : Dorong Akses Keuangan Inklusif untuk Kesejahteraan Masyarakat

Avatar photo
986
×

Buka Rapat TPAKD 2025, Wabup Murison : Dorong Akses Keuangan Inklusif untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Kerinci, [Gaperta.id] – Pemerintah Kabupaten Kerinci secara resmi membuka kegiatan Rapat Pleno dan Product Matching Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kerinci Tahun 2025, sebagai upaya memperkuat sinergi dan literasi keuangan di tengah masyarakat. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bapak Warsono beserta rombongan, serta Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Bapak Yan Iswara Rosya bersama rombongan.

Jangan Lewatkan :  Benderang Berkah Ramadhan, YBM PLN Salurkan Bantuan ke 2.478 Penerima Manfaat di Riau dan Kepulauan Riau

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kerinci, Murison, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ia menegaskan pentingnya industri jasa keuangan sebagai pilar utama penggerak ekonomi nasional dan lokal. “OJK telah memainkan peran penting sebagai fasilitator yang menghubungkan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan yang menyediakan pembiayaan, yang sejalan dengan misi pembangunan ekonomi inklusif di Kabupaten Kerinci, khususnya berbasis pertanian,” ujarnya.

Jangan Lewatkan :  Menteri Nusron Sambut Baik Putusan MK Soal HAT di IKN, Siap Jalankan dan Koordinasi Instansi Terkait

Lebih lanjut orang nomor Dua di Kabupaten Kerinci ini menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah masyarakat untuk menghindari jebakan lembaga keuangan ilegal yang sering kali merugikan, khususnya bagi pelaku usaha kecil. Program-program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan platform Peer-to-Peer (P2P) lending yang terdaftar di OJK dinilai menjadi solusi efektif untuk memperluas akses keuangan formal.

Jangan Lewatkan :  Kembali, KJRI di Kuching Malaysia Melakukan Pendampingan Repatriasi 3 (Tiga) WNI Bermasalah serta 70 (Tujuh puluh) WNI Bermasalah melalui ICQS Tebedu - PLBN Entikong.

“Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan lembaga keuangan formal, maka perputaran uang akan semakin cepat, dan itu artinya perekonomian masyarakat akan tumbuh lebih pesat,” tegasnya.