Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaNasional

Buktikan Kinerja Operasi yang Unggul, Kilang Dumai Catatkan Cost Optimization 34,98 Juta USD dan Raih Empat Penghargaan Cost Optimization Awards 2025

Avatar photo
25
×

Buktikan Kinerja Operasi yang Unggul, Kilang Dumai Catatkan Cost Optimization 34,98 Juta USD dan Raih Empat Penghargaan Cost Optimization Awards 2025

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – Konsistensi PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) dalam menjaga kinerja operasi yang solid, efisien, dan andal kembali membuahkan capaian yang membanggakan. Sepanjang tahun 2025, Kilang Dumai mencatatkan realisasi Cost Optimization sebesar 34,98 juta USD, atau 396 persen dari target perusahaan.

Capaian tersebut mengantarkan Kilang Pertamina Dumai meraih empat penghargaan bergengsi pada ajang Cost Optimization Award 2025 yang diselenggarakan oleh fungsi OPEX PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) pada 5–6 Februari 2026 di Jakarta.

Penghargaan tersebut meliputi 2nd Place – The Best Value Creation melalui inisiatif Optimasi Middle Distillate dengan implementasi Advanced Process Control (APC) pada unit Crude Distillation Unit (CDU), yang terbukti meningkatkan efisiensi produksi dan optimalisasi yield.

Jangan Lewatkan :  Ajak Hidup Sehat Guna Obat, Balai POM Dumai Gelar Bimtek

Penghargaan berikutnya adalah 2nd Place – The Best Value Protection berkat implementasi Prescriptive Predictive Maintenance System (PPMS) di salah satu unit turbo generator (TG) yang secara signifikan memperkuat aspek keandalan serta keselamatan operasional. Kilang Dumai juga meraih 2nd Place – The Best Project Management Office sebagai apresiasi kepada unit atas konsistensi dalam pengelolaan program secara efektif, terukur, dan tepat waktu, sehingga mampu menciptakan dampak finansial terbesar serta memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan.

Sementara itu, 3rd Place – The Best Revenue Growth diraih sebagai apresiasi atas kontribusi nyata dalam meningkatkan potensi pendapatan melalui inovasi dan optimalisasi proses bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah perusahaan.

General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan mengatakan bahwa capaian ini merupakan buah kerja keras, keberanian, serta komitmen kolektif seluruh Perwira Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning dalam membangun budaya operational excellence serta mewujudkan transformasi budaya kerja yang berorientasi pada nilai tambah dan keberlanjutan bisnis.

Jangan Lewatkan :  AMKI Ketapang Gelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara

“Setiap langkah efisiensi dijalankan secara terukur dan selaras dengan peningkatan revenue. Setiap inisiatif dilakukan dengan disiplin sehingga memberikan dampak langsung pada penguatan profitabilitas sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan,” kata Iwan.

Iwan menegaskan bahwa Cost Optimization bukan sekadar agenda tahunan ataupun pemenuhan target, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis yang terintegrasi dalam seluruh proses operasional, dengan tetap menempatkan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Tengku Muhammad Rum, menjelaskan bahwa Cost Optimization merupakan instrumen strategis untuk menjaga keberlanjutan kinerja dan meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri migas.

Jangan Lewatkan :  Warga Mekar jaya RW 01 Mengucapkan Terimakasih Kepada Polres Sintang Telah Memberikan Untuk Pembangunan POSKAMLING

“Optimalisasi biaya tidak dimaknai sekadar penghematan, melainkan strategi untuk memperkuat daya saing tanpa mengurangi performa operasional. Pencapaian ini lahir dari sinergi lintas fungsi dan semangat inovasi Perwira yang adaptif dan solutif melalui implementasi Continuous Improvement Program (CIP) setiap tahun,” jelas Muhammad Rum.

Ke depan, Kilang Dumai akan memfokuskan strategi pada produksi produk bernilai tinggi, optimalisasi biaya utilitas, serta minimisasi losses. Fokus Cost Optimization tahun 2026 diarahkan pada percepatan digital transformation, penguatan aspek ESG, peningkatan sinergi, serta pengembangan sumber pendapatan baru guna memperkuat kinerja operasional yang unggul dan berkelanjutan.