Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Demo Lubuk Gaung, Agus: Dialog Cara Terbaik

Avatar photo
238
×

Demo Lubuk Gaung, Agus: Dialog Cara Terbaik

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – Aksi demonstrasi yang terjadi di PT Ivo Mas Tunggal pada Selasa, 24 Desember 2024, menuai sorotan dari berbagai pihak. Salah satu tokoh pemuda RT 18, Agus, menyesalkan tindakan yang diduga dimotori Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), termasuk LPMK dan beberapa RT di wilayah Lubuk Gaung. Hal ini disampaikannya saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp, (28/12).

“Saya sangat menyayangkan aksi ini. Seharusnya musyawarah yang dikedepankan, bukan aksi yang malah memicu kerugian. Masyarakat berharap LPMK lebih bijak menganalisis situasi sebelum bertindak,” ujar Agus.

Jangan Lewatkan :  Lantik 840 Pejabat Kementerian ATR/BPN, Menteri Nusron: Jabatan Itu Amanah, Gunakan Sebaik-baiknya

Ia menambahkan bahwa aksi ini justru berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama bagi para buruh.

“Buruh sangat terdampak, dan aksi ini tidak mencerminkan jalan keluar yang baik. Dialog adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah,” katanya.

Jangan Lewatkan :  Dari Tidar ke Jakarta Jajaran Kabinet Merah Putih Bawa Semangat Kebersamaan

Dikonfirmasi dengan cara yang sama, Ketua Serikat Pekerja Kota Dumai (SPKD), Syuradi, juga menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak demonstrasi ini. Menurutnya, aksi tersebut tidak tepat sasaran dan merugikan banyak pihak.

Ia juga menyerukan agar pemerintah kelurahan dan kecamatan segera memberikan klarifikasi terkait keterlibatan LPMK serta beberapa RT, termasuk RT 09, RT 11, dan RT 12, dalam aksi tersebut.

Jangan Lewatkan :  Optimalisasi Pendapatan Negara, Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Keuangan Kerja Sama Tertib Pengguna HGU Tak Sesuai Ketentuan

“Kami ingin ada penjelasan resmi. Keterlibatan pihak-pihak ini perlu diklarifikasi agar tidak muncul asumsi yang semakin memperkeruh suasana,” tambahnya.

Syuradi juga turut mengajak seluruh pihak untuk bersikap lebih arif dalam mencari solusi.

“Kita harus membangun komunikasi yang sehat antara masyarakat, lembaga kelurahan, dan perusahaan. Dengan begitu, permasalahan dapat diselesaikan tanpa harus mengorbankan pihak lain,” ujarnya.

(ES)