Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Direktur Utama PT PMT Rudi Susanto, Capaian Yang Dilakukan PMT Cerminkan Membaiknya Logistik Di Sumut

Avatar photo
20
×

Direktur Utama PT PMT Rudi Susanto, Capaian Yang Dilakukan PMT Cerminkan Membaiknya Logistik Di Sumut

Sebarkan artikel ini

BELAWAN, [Gaperta.id] – Arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung,Sumatra Utara menunjukan tren peningkatan pada awak 2026,hingga Januari 2026 PT Prima Multi Terminal (PMT) Mencatet volume peti kemas mencapai 26,610 TEUs atau tumbuh 11 Persen di bandingkan priode yang sama Tahun lalu, kebaikan ini terjadi di tengah1 menguatnya aktivitas distribusi barang baik Domestik maupun Internasional, yang melalui dua Pelabuhan utama di wilayah barat Indonesia tersebut Rabu (11/3/2026)

Di Terminal 1 Belawan arus petikemas domestik menjadi penopang utama pertumbuhan sepanjang Januari 2026, polume domestik tercatet 56,992 TEUs atau naik 12 persen dibandingkan priode yang sama 2025, peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya frekuensi pelayanan antar pulau serta meningkatnya distribusi komoditas konsumsi dan bahan baku industri dari dan menuju Sumatra

Jangan Lewatkan :  Jaga Keamanan dan Ketahanan Energi Nataru 2024, PT KPI Unit Dumai Gelar Apel Siaga

Sementara itu Terminal 2 Kuala Tanjung lonjakan paling senifikan terjadi pada jalur Internasional,arus peti kemas Internasional tercatet 1,515 TEUs atau tumbuh 49 persen dibandingkan priode yang sama Tahun lalu, sejumlah Pelayaran baru dan peningkatan kapasitas kayanan ekspor impor disebut turut mendorong pertumbuhan tersebut, dalam hal tersebut Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto mengatakan capaian ini mencerminkan membaiknya pergerakan logistik di Sumatra Utara dan sekitarnya

“Pertumbuhan ini menunjukan aktivitas industri dan perdagangan mulai bergerak lebih Agresif, kami melihat permintaan layanan bongkar muat, terutama untuk komoditas ekspor,meningkat sejak Ahir 2025,” kata Rudi Susanto,menurutnya perusahaan harus melakukan sejumlah penyesuaian Oprasional untuk mengantisipasi kenaikan polume tersebut di antaranya melalui penataan ulang lapangan penumpukan dan perbaikan akur pergerakan alat hingga optimalisasi Jarwal tambat kapal

Jangan Lewatkan :  Pengurus Pusat GMKI 2022-2024, Seminar Literasi Digital: Penguatan Literasi Digital Menuju Generasi Emas 2045

Upaya itu tercermin dari membaiknya rasio effectuve time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan, hingga Januari 2026, rasio (ET/BT) mencapai 86,48 persen atau naik sekitar 3 persen dibandingkan priode sebelumnya, rasio ini menunjukan perbandingan antara waktu efektif bongkar muat dengan total waktu sandar kapal, “perbaikan layout dan penguatan kordinasi Oprasional membentuk kami menekan waktu tunggu kapal, ini penting untuk menjaga kepercayaan pelayaran dan pengguna jasa,” ujar Rudi Susanto

Selain peningkatan Oprasional,Perusahaan juga menekankan aspek keselamatan kerja, program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terus di perkuat dengan target ziro accident ,langkah yang dilakukan meliputi standardisasi peralatan, inspeksi rutin fasilitas serta pelatihan berkala bagi pekerja dilapangan, Rudi Susanto juga menambahkan sebagai pengelola dua Terminal strategis di Sumatra, pihaknya juga memiliki tanggung jawab menjaga kelancaran arus logistik, menurutnya efisiensi pelabuhan berpengaruh langsung terhadap biyayadistribusi dan daya saing industri

Jangan Lewatkan :  100 Hari Kerja AHY, 2,4 Juta Bidang Tanah Terdaftar

“Kelancaran arus peti kemas bukan hanya soal angka throughput, tapi bagai mana Pelabuhan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan Nasional,” ujarnya, kedepan Perusahaan menilai tren pertumbuhan ini membuka peluang pengembangan kawasan industri dan logistik di sekitar Belawan dan Kuala Tanjung, dengan posisi geografis yang strategis dijalur perdagangan internasional, kedua Pelabuhan tersebut di proyeksikan semangkin berperan sebagai pintu gerbang logistik wilayah barat Indonesia.