Tanjabtim, [Gaperta.id] – Menyikapi insiden yang terjadi terkait Boemingnya dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Tanjab Timur yang menjadi sorotan publik tentang perseteruan antara guru dengan murid. Kapolres Tanjab Timur Akbp Ade Candra perintahkan jajarannya tingkatkan kegiatan Police Goes To School dengan turun langsung ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang berada di Kabupaten Tanjab Timur, Senin (19/1/2026).
Sebelum kita menjelajah lebih jauh kegiatan jajaran Polres Tanjab Timur terkait program Police Goes to School, ada pentingnya kita mengetahuai apa itu Police Goes To School ?. Police Goes to School merupakan sebuah program gagasan Polri untuk memberikan kegiatan pendidikan di sekolah oleh anggota Polri melalui metode sosialisasi, ceramah, seminar, dan metode lainnya. Di samping itu, Police Goes to School dilaksanakan sebagai upaya memupuk kedekatan antara Polri dengan para pelajar.
Adapun pada kesempatan hari ini program Police Goes To School di gelar secara serentak diseluruh sekolah tingkat SLTA yang berada di Kabupaten Tanjab Timur, diantaranya SMK N 1 Tanjab Timur kegiatan dipimpin Wakapolres Tanjab Timur Kompol M. Ridha, M.M., SMA N 5 dipimpin Kabag Log Kompol Hardianto, S.E., M.H., SMA N 8 dipimpin Kasat Binmas Akp Ses Eko Wati, S.H., dan sekolah sekolah tingkat SLTA lainnya yang berada diwilayah kecamatan. Dimana kegiatannya dipimpin langsung oleh masing masing Kapolsek wilayah setempat.
Pada kunjungan pertamanya ke SMK N 1 Tanjab Timur. Wakapolres Tanjab Timur Kompol M. Ridha didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Tanjab Timur dan disambut hangat oleh pihak kepala sekolah, para guru dan juga siswa/siswi SMK N 1 Tanjab Timur.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB tersebut pun secara serentak digelar di sekolah sekolah tingkat SLTA lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Tanjab Timur.
Diawali dengan pelaksanaan upacara bendera mingguan. Dalam kesempatan itu, Kompol M. Ridha bertindak sebagai Inspektur upacara dan menyampaikan arahan serta bimbingan sehubungan dengan perkembangan situasi saat ini dimana diharapkan agar siswa/i khususnya para pelajar agar selalu menjaga etika dan prilaku saat berjalannya proses belajar mengajar di sekolah.
Lanjut, Kompol M. Ridha juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Melalui kampanye bertajuk “Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan” yang dikemas secara informatif dan edukatif, wakapolres mengajak seluruh elemen sekolah serta masyarakat Tanjab Timur untuk bersama-sama menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang nyaman dan kondusif bagi siswa.
“Sekolah bukan tempat untuk menimbulkan rasa takut, tetapi harus menjadi lingkungan di mana setiap peserta didik merasa aman dan terlindungi,” ujar wakapolres
Lebih lanjut, Pada kesempatannya Kapolres Tanjab Timur Akbp Ade Candra melalui Wakapolres menjelaskan bahwa kampanye ini digencarkan sebagai respons atas fenomena kekerasan di dunia pendidikan yang masih kerap terjadi dan belakangan kembali mencuat akibat viralnya insiden bentrokan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur melalui media sosial.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, hingga perundungan. Dampak yang ditimbulkan pun tidak ringan, karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, prestasi belajar, serta masa depan peserta didik.
Untuk itu, Polres Tanjab Timur mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan di satuan pendidikan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan sekolah dapat kembali menjadi tempat belajar yang aman, menjunjung tinggi hak anak, serta menghormati martabat setiap insan pendidikan.
“Polri bersama pemerintah daerah akan terus berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya.














