Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaTNI/POLRI

Koordinasi dan Pengecekan Lahan untuk Tanam Jagung Serentak di Dusun Saboro

Avatar photo
369
×

Koordinasi dan Pengecekan Lahan untuk Tanam Jagung Serentak di Dusun Saboro

Sebarkan artikel ini

Landak, [Gaperta.id] – Pada hari Rabu, 15 Januari 2025 Telah dilaksanakan kegiatan koordinasi dan pengecekan lahan dalam rangka persiapan Rencana Tanam Jagung Serentak yang akan digelar pada 21 Januari 2025 mendatang di Dusun Saboro, Desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Serta Lahan yang direncanakan untuk tanam jagung serentak memiliki luas sekitar 0,7 hektar.

Jangan Lewatkan :  Masyarakat Perbatasan Entikong Harapkan Pintu Perbatasan Dibuka Kembali Demi Hidupkan Perekonomian Lokal

Hadir dalam kegiatan ini:
Ketua Kelompok Tani “Ayo Maju” Dusun Saboro, Desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila.
Anggota Penggerak Ketahanan Pangan Desa Rabak, Aipda Sucipto dari Polsek Sengah Temila, Polres Landak.
Pengawas Penyuluh Lapangan Desa Rabak, Mustofa.

Kapolres Landak, AKBP Siswo Dwi Nugroho, S.H., S.I.K, melalui Kapolsek Sengah Temila, AKP Zulianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan dan sarana pendukung lainnya demi mendukung program ketahanan pangan.

Jangan Lewatkan :  Kapolres Simalungun Pastikan Simulasi Aplikasi Sirekap Berjalan Sukses Jelang Pemilu 2024

“Ini merupakan salah satu langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Desa Rabak. Dengan koordinasi yang baik antara kelompok tani, pemerintah, dan aparat keamanan, diharapkan program ini dapat berjalan lancar,” ujar Kapolsek.

Jangan Lewatkan :  Hadiri Rakor Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Bupati Monadi Dukung Penuh Implementasi ke Seluruh Desa di Kerinci

Kapolsek Sengah Temila menambahkan, “Kami akan terus memantau dan mendukung kegiatan ini hingga pelaksanaan tanam jagung serentak berjalan sesuai rencana. Semoga hasilnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan ketahanan pangan.”imbuhnya
(Lepinus Lumbantoruan)