DUMAI, [Gaperta.id] – Wujud kepedulian terhadap masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DPP Lembaga Masyarakat Peduli Riau Bersih (Sikat Perisih) Kota Dumai adakan seminar wawasan kebangsaan, Kamis (17/9/2026), di Pendopo Sri Bunga Tanjung.
Disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Suprianto, seminar merupakan salah satu ruang gerak untuk mencerdaskan bangsa. “Jadikan wawasan kebangsaan jadi landasan kemajuan bangsa,” kata Suprianto.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Serikat Perisih Syekh Muda Sabaruddin Bastian Jambak mengatakan, wawasan Kebangsaan bukanlah sekadar romantisme sejarah, atau menghafal baris-baris Pancasila. Wawasan kebangsaan adalah cara pandang kita yang utuh, untuk melihat dan menyelesaikan persoalan bangsa ini secara kolektif.
“Komitmen kebangsaan kita sedang diuji oleh dua pilar krusial yang menentukan ketahanan nasional kita, yaitu: Kesejahteraan Tenaga Kerja dan Kelestarian Lingkungan Hidup. Di sinilah DPP SIKAT PERISIH, hadir mengambil peran,” ucap Bastian Jambak.
Seperti disampaikan Bastian Jambak, adapun maksud dan tujuan utama diselenggarakannya Seminar Diskusi Wawasan Kebangsaan adalah:
1. Membangun Konsensus Intelektual, dan
2. Menjaga Keseimbangan Ekologis
“Melalui seminar ini, kita asah intelektualitas, kita tajamkan kepekaan sosial, dan kita satukan langkah. Mari kita buktikan bahwa dari Riau, kita mampu mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri, bahwa ketahanan nasional sejati lahir ketika tenaga kerjanya berdaya, dan alamnya terjaga mulia,” tandas Bastian Jambak.
Akan halnya Wali Kota Dumai H Paisal yang diwakili Staf Ahli Hermanto Usman berkata, wawasan kebangsaan dapat dilihat melalui 4 pilar kebangsaan yaitu: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Namun ada satu lagi pilar penting yang menjamin demokrasi hidup, berjalan sesuai jalurnya, yakni pers yang bebas dan bertanggungjawab.
“Dalam kaitan itulah, Pemko Dumai mengajak kita semua melalui seminar ini guna mendiskusikan potensi-potensi persoalan yang ada menjadi kesempatan dan peluang untuk berbuat terbaik bagi masyarakat,” cakap Hermanto Usman.
Sebelum seminar dibuka resmi oleh Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Riau Abdul Kosim, ia mengajak seluruh peserta untuk bisa menghasilkan kesimpulan seminar yang berguna bagi kemaslahatan masyarakat Dumai dalam melestarikan lingkungan.
“Lewat seminar ini saya berharap ada sesuatu yang bisa kita pakai untuk mensejahterakan masyarakat Dumai dalam hal pelestarian lingkungan. Perusahaan bisa semakin peduli untuk memperhatikan masyarakat terutama yang berada di ring 1. Intinya, mari kita ciptakan simbiosis mutualisme antara masyarakat dan pemerintah serta swasta,” tandas mantan kontraktor itu.
Seremonial pembukaan seminar dihadiri juga Sikat Perisih dari Pekanbaru, Rohil, Bengkalis dan Siak. Turut hadir perwakilan dari Dangrup 3 Kopassus, Ketua PWI Dumai, Ketua FPK-LKKMD, Ketua Forum RT/LPMK dan perwakilan perusahaan. Peserta seminar terdiri dari mahasiswa dan perusahaan serta anggota Sikat Perisih.
Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Propinsi Riau diwakili Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan Riau Dr. Ir. Rival Lino, S.T., M.T., dan Kadis Lingkungan Hidup Dumai Yudha Pratama Putra, STP., MLIP.














