Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Pemuda Laksamana Melayu Kota Dumai, Ahmad Aldo Riwaldi: “Perusahaan di Dumai Tak Punya Hati untuk Anak Tempatan!”

Avatar photo
352
×

Pemuda Laksamana Melayu Kota Dumai, Ahmad Aldo Riwaldi: “Perusahaan di Dumai Tak Punya Hati untuk Anak Tempatan!”

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – Kritik keras datang dari salah satu pemuda Melayu asli Dumai, Ahmad Aldo Riwaldi, yang menyoroti minimnya perhatian perusahaan-perusahaan besar di Kota Dumai terhadap tenaga kerja lokal.

Menurutnya, banyak perusahaan beroperasi di Dumai, namun hanya sedikit yang memberi ruang bagi anak tempatan untuk bekerja. “Perusahaan di Dumai berserak di mana-mana, tapi untuk anak tempatan mau bekerja saja susah. Mereka lebih mengutamakan orang luar. Padahal, setiap tahun jumlah sarjana dan lulusan SMA di Dumai terus bertambah,” tegas Ahmad Aldo dengan nada kecewa.

Jangan Lewatkan :  HPN 2024, Angkasa Pura II Pekanbaru Apresiasi Layanan Kelistrikan PLN

Ia menilai kondisi ini sangat memprihatinkan. Selama beroperasi, banyak perusahaan di Dumai justru kerap menimbulkan masalah lingkungan dan kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja. “Sudah tidak membantu masyarakat, malah membuat masalah. Perusahaan di Dumai ini tidak berotak! Tidak memikirkan hak masyarakat,” tambahnya dengan lantang.

Jangan Lewatkan :  Gelar Silaturahmi, DMI Ketapang dan Forkopimda Dorong Ulama Jaga Kerukunan Umat

Ahmad Aldo juga menyindir keras para pejabat di pemerintahan, terutama Wali Kota Dumai dan anggota DPRD Dumai, yang dinilainya hanya duduk manis tanpa memperjuangkan nasib rakyat.

“Jangan hanya pandai mengambil untung pribadi. Kalau sudah duduk di kursi, ingat amanah rakyat. Jangan hanya berjanji, tapi tidak ada bukti!” ujarnya geram. Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata dalam memperjuangkan hak tenaga kerja lokal agar tidak terus tersingkir di tanah sendiri.

Jangan Lewatkan :  Ketua PMI Paluta Buka Kemah PMR Wira se Paluta Dan siap Gelar Jumbara 2026 Tingkat Paluta

“Kami, anak tempatan, bukan menginginkan belas kasihan. Kami hanya ingin keadilan dan kesempatan yang sama di kota kami sendiri,” tutupnya tegas.