RAJA AMPAT, [Gaperta.id] — Kelor atau Merunggai (Moringa Oleifera) yang dikenal sebagai superfood bernilai gizi tinggi kini menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat Pulau Mansuar, Kabupaten Raja Ampat. Melalui PT Satu Suku Pertanian (SSP), komoditas lokal ini berhasil menembus pasar Amerika Serikat dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Bea Cukai Sorong.
PT SSP diprakarsai Michael Jon Wild Jr. atau Mike, seorang misionaris yang selama puluhan tahun melayani masyarakat pedalaman Papua. Usai masa pelayanannya, Mike tetap berkomitmen membantu masyarakat berekonomi lemah dengan mendorong kemandirian melalui usaha pertanian kelor yang mudah ditanam dan bernilai jual tinggi.
Manajer Operasional PT SSP, Fifi, menjelaskan bahwa masyarakat Desa Sumbeba menyediakan sekitar 25 hektar lahan untuk pengembangan kelor, meski tahap awal baru dimanfaatkan empat hektar. “Satu hektar bisa ditanami sekitar 10.000 pohon. Daun kelor dapat dipanen setelah berumur enam bulan dan hanya daunnya saja yang dipanen,” jelasnya.
Dalam sebulan, PT SSP mampu menghasilkan 200-400 kilogram daun kelor kering, tergantung cuaca karena proses pengeringan masih mengandalkan oven matahari. Sistem usaha yang diterapkan berbasis kerja sama dengan warga lokal melalui bagi hasil lahan, penyerapan tenaga kerja, serta pemberian gaji dan fasilitas dasar. “Bertani kelor membantu ekonomi warga, bahkan saat ini ada beberapa kampung yang sudah meminta kami untuk bekerja sama,” ungkap Fifi.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terlaksananya ekspor perdana 593 kilogram serbuk kelor ke Amerika Serikat pada Mei 2024. Meski ekspor masih dilakukan melalui Jakarta dan pihak ketiga karena keterbatasan sertifikasi dan biaya logistik dari Sorong, PT SSP optimistis dapat mengekspor secara mandiri dari daerah asal ke depannya.
Dalam proses tersebut, peran pendampingan Bea Cukai Sorong dirasakan signifikan. “Bea Cukai sangat membantu kami terutama terkait ekspor. Bea Cukai membantu mengurus dokumen-dokumen yang kami butuhkan untuk ekspor. Sejauh ini, instansi pemerintah satu-satunya yang turun langsung ke lokasi perkebunan kami hanya Bea Cukai,” tutur Fifi.
Kepala Kantor Bea Cukai Sorong, Iwan Kurniawan, menyatakan pihaknya aktif mendampingi PT SSP sejak Februari 2023. Pendampingan meliputi penjelasan ketentuan ekspor, perizinan, strategi logistik, hingga peningkatan mutu produk. “Produk daun kelor memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati pasar luar negeri,” ujarnya.
Iwan juga menegaskan Bea Cukai Sorong siap mendukung UMKM berorientasi ekspor agar mampu meningkatkan daya saing dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat. Pendampingan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Papua Barat Daya untuk melangkah ke pasar global.














