JAKARTA, [Gaperta.id] – PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) adalah emiten pelayaran milik Grup Humpuss yang dikendalikan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, putra Presiden ke-2 RI Soeharto.
Perusahaan ini baru saja mengumumkan pembelian kapal tanker minyak/kimia MT Sinar Masela senilai 5,7 juta dolar AS.
Saat ini HUMI dipimpin I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, atau yang lebih dikenal sebagai Ari Askhara.
Pria dengan pengalaman lebih dari dua dekade di sektor keuangan itu resmi menjabat Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk sejak 2026.
*Sekilas tentang Ari Askhara*
I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara lahir di Jakarta pada 13 Oktober 1971.
Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1994 serta Master of Business Administration (MBA) bidang keuangan internasional dari Universitas Indonesia pada 2001.
Kariernya dimulai di sektor perbankan pada 1994 di Bank Ekspor Impor Indonesia, yang kini menjadi Bank Mandiri, hingga 1999.
Selanjutnya ia berkarier di berbagai lembaga keuangan global dan nasional, antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Barclays Capital, Deutsche Bank AG, Standard Chartered Singapore, dan PT ANZ Bank Indonesia.
Di sektor BUMN, Ari pernah menjabat Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, serta Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 2016.
Ia kemudian dipercaya menjabat Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2017 dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada September 2018.
Usai masa jabatan di Garuda, ia berkarier sebagai Partner di PT TRG Investama pada 2023, Senior Partner Business Finance di Barid Consultant, CEO PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ), hingga akhirnya diangkat sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk.
Ia resmi menjabat berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa Nomor 67 tanggal 14 Januari 2026.
*Catatan Kasus di Garuda Indonesia*
Selama memimpin PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari terseret dua persoalan.
Pertama, laporan keuangan 2018 Garuda yang mencatatkan laba, kemudian dikoreksi dan memicu penolakan tanda tangan dari dua komisaris.
Kedua, kerja sama manajemen antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Sriwijaya Air yang berakhir dengan perselisihan pada November 2019.
Pada Desember 2018, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Ari dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia.
Tak lama setelah itu, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta menemukan barang bawaan berupa suku cadang motor Harley-Davidson dan sepeda Brompton di armada baru Garuda. Atas kasus kepabeanan tersebut, Ari dijatuhi hukuman pidana penjara satu tahun dan denda Rp300 juta.
*Remunerasi dan Harta Kekayaan*
Ari baru bergabung dengan HUMI pada awal 2026 sehingga besaran remunerasi pribadinya belum dipublikasikan. Mengacu kebijakan remunerasi 2024, total remunerasi untuk seluruh Dewan Komisaris dan Direksi HUMI dialokasikan sebesar Rp9.715.480.523.
Mengutip LHKPN KPK, terakhir Ari melaporkan harta kekayaan saat menjabat Presiden Direktur Garuda Indonesia pada 2018 sebesar Rp37.561.339.665. Data ini tidak mencerminkan kondisi harta saat ini.
Rinciannya meliputi tanah dan bangunan senilai Rp23,275 miliar, alat transportasi dan mesin Rp1,37 miliar, harta bergerak lainnya Rp95 juta, kas dan setara kas Rp10,441 miliar, serta harta lainnya Rp2,38 miliar. Properti termahal berupa tanah 2.000 m² di Kabupaten Bogor senilai Rp9,8 miliar dikutip dari inilah.com tanggal 29 Mei 2026.














