JAKARTA, [Gaperta.id] — Sinergi antara Bea Cukai dan dunia pendidikan terus ditingkatkan sebagai upaya menumbuhkan literasi kepabeanan dan cukai sekaligus membangun kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Melalui berbagai program edukatif yang menyasar siswa sekolah dasar hingga menengah kejuruan di sejumlah daerah, Bea Cukai secara aktif memperkenalkan tugas dan fungsinya, serta memberikan pemahaman praktis yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti kewaspadaan terhadap barang ilegal, pemahaman aturan perdagangan internasional, hingga pengenalan fasilitas negara di bidang kepabeanan dan cukai.
Upaya tersebut salah satunya terlihat di Pangkalpinang. Pada Senin (2/2), Bea Cukai Pangkalpinang melaksanakan sosialisasi kepabeanan dan cukai kepada guru dan peserta didik SMK Negeri 1 Pangkalpinang melalui amanat pembina upacara bendera. Kepala Subbagian Umum Bea Cukai Pangkalpinang, Elfirman Yusuf, menekankan pentingnya pemahaman kepabeanan sejak usia sekolah. “Pemahaman sejak dini sangat penting agar para pelajar mengenal peran Bea Cukai dalam melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal, mengawasi lalu lintas impor dan ekspor, serta mendukung perekonomian nasional melalui penerimaan negara,” ujarnya.
Kepala SMK Negeri 1 Pangkalpinang, Dra. Kurnia Pratiwi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberi wawasan nyata mengenai peran negara dan pentingnya integritas sejak bangku sekolah. Kegiatan ini memberi manfaat langsung bagi siswa berupa pemahaman hukum praktis dan pembentukan karakter jujur serta patuh aturan yang relevan saat memasuki dunia kerja maupun wirausaha.
Edukasi serupa juga berlangsung di Semarang. Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY menerima kunjungan edukatif SMK Negeri Nusawungu pada Rabu (28/01). Dalam kegiatan yang diisi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan pengenalan lingkungan kerja tersebut, para siswa memperoleh gambaran nyata mengenai mekanisme pengawasan barang serta pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai.
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, R. Megah Andiarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen membangun kesadaran hukum sejak dini sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri. Dari sisi peserta didik, manfaat yang dirasakan tidak hanya berupa tambahan pengetahuan, tetapi juga pemahaman kontekstual tentang dunia kerja instansi pemerintah yang dapat membantu perencanaan karier mereka di masa depan.
Sementara itu di Padang, Bea Cukai Teluk Bayur menyelenggarakan program School Goes to Customs bagi siswa SD Islam Al-Azhar 32 Padang pada Rabu (28/01), bertempat di Aula KPPN Padang. Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Suryana, S.E., menegaskan bahwa edukasi sejak dini membantu siswa memahami alur perdagangan internasional sekaligus mengenal fasilitas pembebasan Bea Masuk untuk riset dan pendidikan. Selain pengenalan tugas dan fungsi Bea Cukai, siswa juga dibekali pengetahuan mengenai ketentuan barang penumpang, konsep larangan dan pembatasan, hingga kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Kolaborasi dengan Balai Laboratorium Bea dan Cukai Kelas II Medan melalui eksperimen sains interaktif turut membuat materi lebih mudah dipahami dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan di berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa sinergi Bea Cukai dengan sivitas akademika dapat menjadi sarana edukasi publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang komunikatif dan aplikatif, pelajar dibekali pengetahuan hukum, etika perdagangan, serta kesadaran akan pentingnya kepatuhan aturan, sehingga diharapkan tumbuh generasi yang berintegritas dan mampu berperan aktif dalam mendukung perekonomian nasional.














