Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Suara Mereka Dihari Buru (May Day), Tanggung Jawab Kita

Avatar photo
263
×

Suara Mereka Dihari Buru (May Day), Tanggung Jawab Kita

Sebarkan artikel ini

Pontianak, [Gaperta.id] – 1 Mei 2025
Hari Buruh Internasional bukan sekadar tanggal merah dalam kalender. Bagi kami, mahasiswa yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat desa, ini adalah panggilan untuk bersikap. Di banyak tempat di Kalimantan Barat, kami melihat langsung bagaimana para buruh—terutama di sektor perkebunan sawit—bekerja dalam kondisi tidak layak, dengan upah rendah, tanpa jaminan keselamatan kerja, dan jauh dari keadilan.

Sebagian dari mereka adalah keluarga kami, tetangga kami, masyarakat adat yang tanahnya dirampas, dan kini terpaksa menjadi buruh di wilayah sendiri. Kami sebagai mahasiswa tidak bisa diam melihat kenyataan ini.
Kami percaya, kampus bukan menara gading. Mahasiswa harus hadir bersama rakyat, apalagi saat hak-hak dasar seperti pekerjaan layak dan lingkungan sehat terus tergerus,” ujar Joshierai Omutn P.G. mahasiswa Kecamatan Simpang Hulu, Ketapang.

Jangan Lewatkan :  Amsakar Achmad: Tetap Melanjutkan Pemberian Intensif Untuk RT/RW Jika Dirinya Terpilih Kembali Walikota Batam

Peringatan Hari Buruh ini kami maknai sebagai momen untuk membangun kesadaran kritis, memperkuat solidaritas antar gerakan, dan menyerukan perubahan nyata—bukan hanya di ruang wacana, tapi di tengah masyarakat.

Jangan Lewatkan :  Ada Nama Wakapolda Jambi, Kapolri Kembali Lakukan Mutasi Besar di Tubuh Polri

Kami mengajak seluruh elemen—organisasi mahasiswa, serikat buruh, kelompok masyarakat sipil, dan pemerintah—untuk membuka ruang dialog yang berpihak pada keadilan sosial. Perjuangan buruh adalah bagian dari perjuangan rakyat. Dan sebagai mahasiswa, kami memilih untuk berpihak.

Saya tahu saya bukan satu-satunya yang melihat ini. Saya yakin banyak mahasiswa/I dan masyarakat di perkampungan merasakan hal serupa
Hidup Buruh! Hidup Rakyat!

Jangan Lewatkan :  Tindak Tegas,...!! Dibulan Bulan Suci Ramadhan Judi Game Zone Tembak Ikan Masih Beroperasi, Masyarakat Pematang Siantar Resah.

Catatan:
Siaran pers ini disusun secara mandiri oleh Joshierai Omutn P.G., mahasiswa asal Semandang Kiri,Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, sebagai bentuk keberpihakan terhadap perjuangan buruh dan masyarakat desa.

Narasi ini terbuka untuk dipublikasikan demi memperluas solidaritas dan membangun kesadaran bersama.