Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Unggahan di Grup Facebook Labura Jadi Perbincangan Warganet, Berisi Dugaan Peredaran “Garam Cintos”

Avatar photo
23
×

Unggahan di Grup Facebook Labura Jadi Perbincangan Warganet, Berisi Dugaan Peredaran “Garam Cintos”

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu Utara, [Gaperta.id] – Sebuah unggahan yang beredar di grup Facebook Berita Labura menjadi perhatian dan perbincangan warganet pada Selasa (4/8/2026).

Dalam unggahan tersebut, akun yang memposting menyampaikan laporan yang ditujukan kepada Kapolsek NA IX-X terkait dugaan adanya aktivitas peredaran produk yang disebut sebagai “garam cintos”.

Jangan Lewatkan :  Kaum Ibu Forum Pembauran Kebangsaan Kalbar Berikan Asupan Makanan Dan Edukasi Pola Asuh Bergizi Untuk Masyarakat

Unggahan itu juga disertai beberapa foto yang memperlihatkan sepasang pria dan wanita serta sebuah rumah yang diduga berkaitan dengan isi laporan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor NA IX-X mengenai kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut.

Jangan Lewatkan :  Aksi Simpatik Elemen Masyarakat Adat Bengkayang,LSM,Wartawan, FKPPI Dan Pemuda Pancasila Mendukung Dengan Pengesahan RUU TNI oleh DPRI.

Oleh karena itu, seluruh isi unggahan masih merupakan klaim dari akun yang mengunggah dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Masyarakat diimbau agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Jika memiliki informasi terkait dugaan tindak pidana, masyarakat diharapkan menyampaikannya melalui mekanisme pelaporan resmi kepada aparat penegak hukum agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Jangan Lewatkan :  Forkopimda Kabupaten Landak sigap atasi Longsor di Jalan Raya Bukit Sehak.

Media ini akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait, termasuk Kepolisian Sektor NA IX-X, guna menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis: RedaksiEditor: Redaksi