Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Usai Insiden di Inhil, Pipa Gas PT. TGI Kembali Meledak di Inhu, Ada Apa?

Avatar photo
242
×

Usai Insiden di Inhil, Pipa Gas PT. TGI Kembali Meledak di Inhu, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini

INHU, [Gaperta.id] — Awal tahun 2026 ini sepertinya menjadi batu ujian bagi PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk atau PGAS beruntun mengalami apes.

Setelah pada Jumat (2/1/2026) lalu, pipa gas ruas Grissik-Duri meledak dan terbakar di Indragiri Hilir (Inhil), kejadian yang sama kembali terulang. Hanya berselang 7 hari usai insiden di Inhil, pipa gas PT TGI di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali meledak pada Jumat (9/1/2026) dini hari kemarin. Kejadian berlangsung tepatnya di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat.

Akibat ledakan ini, 5 unit rumah warga mengalami kerusakan. Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar menyatakan, peristiwa tersebut berlangsung saat kondisi cuaca di lokasi sedang hujan.

“Ledakan diduga disebabkan oleh kebocoran pipa gas,” kata AKBP Fahrian Saleh.

Beruntunnya pipa gas PT TGI meledak menimbulkan pertanyaan besar terkait kehandalan sistem jaringan pipa gas. Padahal, pipa gas itu berstatus objek viral negara yang mestinya dipantau secara intensif dan berkala. Diduga, ledakan pipa dipicu oleh usia pipa gas yang sudah cukup berumur mencapai 20 tahun.

Humas PT TGI, Firman menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab ledakan pipa yang beruntun menerpa aset perusahaan.

“Belum dapat disimpulkan apa penyebabnya,” terang Firman Jurnalis, Minggu (11/1/2026).

Firman menyebut, ledakan pipa menyebabkan pengaliran gas terpaksa dihentikan sementara. Langkah itu diklaim agar proses pemulihan dan perbaikan bisa optimal.

Terkait dampak ledakan pipa di Inhu tersebut, Firman belum memberi penjelasan. Termasuk apakah kejadian itu berdampak pada operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang membutuhkan pasokan gas. Soalnya, dalam kasus ledakan pipa gas TGI di Inhil, produksi minyak PHR melorot.

Jangan Lewatkan :  Perkara Nomor 89/PHPU.WAKO-XXIII/2025 Tidak Diterima, KPUD Dumai Tetapkan Paslon Paisal-Sugiyarto Walikota Terpilih 2025 - 2030

“Hal itu perlu didalami oleh tim teknis,” kata Firman.

Sebelumnya, insiden terbakar dan meledaknya pipa distribusi gas yang dikelola TGI di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Jumat (2/1/2026) lalu, bikin banyak pihak kelimpungan.

Terbakarnya instalasi vital negara itu, menyebabkan produksi minyak di Wilayah Kerja Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) anjlok. Lifting minyak nasional pun terusik gara-gara kejadian di awal tahun baru 2026 tersebut.

Selain itu, insiden yang hingga kini belum diungkap penyebabnya, membuat distribusi gas di wilayah Sumatera khususnya Riau terganggu secara sistemik.

Kerugian lainnya yakni rusaknya sebanyak 10 kendaraan (truk dan sepeda motor) milik masyarakat. Ada 3 unit bangunan yang ikut terbakar, termasuk 10 orang warga mengalami luka.

Manajemen PT TGI

Dikutip dari laman perusahaan, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo didirikan pada tahun 2002 sebagai perusahaan patungan antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Medco LNG Indonesia dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Pensiunan PGN (YKPP PGN).

Adapun YKPP PGN memiliki porsi kepemilikan terkecil hanya sekitar 0,13 persen atau sebanyak 1.718 lembar saham. Kemudian PT Medco LNG Indonesia memiliki komposisi saham sebesar 40 persen atau sebanyak 542.749 lembar saham.

Sementara, BUMN sub holding gas Pertamina yakni PT PGN Tbk (PGAS) memiliki saham terbesar sebanyak 59,87 persen atau 812.400 lembar saham.

Jangan Lewatkan :  Sat Reskrim Polres Sanggau Tangkap Pelaku Pemerkosaan di Jangkang, Kasat Reskrim: Tak Ada Tempat untuk Kejahatan Terhadap Perempuan

Karena kepemilikan saham patungan, jajaran direksi dan komisaris PT TPI pun diisi oleh sejumlah pejabat dari internal PT PGN dan PT Medco.

Produksi Minyak Blok Rokan Terganggu

Bocor dan meledaknya pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo pada ruas Gressik-Duri di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Jumat (2/1/2026) lalu, tak hanya menimbulkan kerugian materil pada kerusakan properti masyarakat dan korban luka. Namun, insiden pada objek vital nasional tersebut juga berdampak sistemik pada produksi minyak nasional.

Diketahui, pasokan gas diperlukan untuk operasional produksi minyak di Blok Rokan, ladang minyak andalan republik ini. Produksi minyak wilayah kerja migas yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut pun anjlok.

“PHR sebagai produsen dan pengguna energi bergantung pada infrastruktur gas seperti pipa PT TGI (Transgasindo) yang terbakar. Sehingga jika ada gangguan pasokan gas, berarti terjadi potensi gangguan pada operasional. Efeknya lifting minyak nasional akan terganggu,” kata sumber Jurnalis di Kementerian ESDM, Senin (5/1/2026).

Sebelumnya, Corporate Secretary PT Transgasindo Emil Ismail menyebut, pasca ledakan pipa, distribusi gas khususnya wilayah Riau pun dibatasi. Mengingat suplai gas hanya dari EMP Bentu. Namun Emil tidak merinci pihak-pihak yang mendapat imbas signifikan akibat pipa gas yang meledak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasca insiden pipa gas PT Transgasindo meledak, terjadi potensi penurunan signifikan produksi minyak Blok Rokan. Bahkan, penurunan produksi pada wilayah kerja Rokan disebut mencapai 30 ribu barel per hari (bph).

Jangan Lewatkan :  Turnamen Sepak Bola: Turnamen Soeratin Cup Tingkat Kabupaten Resmi Dibuka Oleh Bupati Kerinci

Corporate Secretary PT PHR, Eviyanti Rofraida tidak menjelaskan detil dampak penurunan produksi minyak Blok Rokan akibat terbakarnya piga gas PT Transgasindo. Namun, Eviyanti mengakui PT PHR mendapat pasokan gas dari PT Transgasindo untuk mendukung operasi perusahaan.

“Pasokan gas tersebut digunakan untuk mendukung operasi PHR, khususnya pembangkit listrik untuk sumur-sumur minyak serta fasilitas operasi lain dan pembangkit uap untuk operasi Lapangan Duri,” kata Eviyanti dalam keterangan tertulis diterima Jurnalis, Senin kemarin.

Eviyanti menyatakan PT PHR terus berkoordinasi dengan PT TGI untuk memantau perkembangan perbaikan pipa gas yang bocor dan mitigasi guna meminimalkan dampak terhadap kegiatan produksi migas.

“Pertanyaan lebih jauh mengenai penyebab kebocoran pipa maupun perkembangan proses perbaikan pipa tersebut dan juga penanganan terkait kerugian yang timbul, dipersilakan untuk menghubungi langsung pihak TGI sebagai pengelola jaringan pipa gas tersebut,” terang Eviyanti.

Profil dan Kepemilikan Saham PT Transgasindo

Dikutip dari laman perusahaan, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo didirikan pada tahun 2002 sebagai perusahaan patungan antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk, PT Medco LNG Indonesia dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Pensiunan PGN (YKPP PGN).

PT Transgasindo memiliki dan mengelola jaringan pipa gas bumi di Indonesia dengan total jaringan pipa sepanjang lebih dari 1.000 kilometer. Perusahaan ini menjalankan bisnis dengan fokus pada transportasi gas bumi untuk pasar domestik yaitu Sumatra dan Batam serta pasar internasional seperti Singapura, seperti dikutip dari SabangMeraukeNews.com pada 11 Januari 2026.