KERINCI, [Gaperta.id] – Masyarakat desa Lubuk Paku, kecamatan Batang Merangin, Kerinci melakukan aksi Unjuk Rasa ke kantor PT KMH Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci pada Rabu (05/11/2025).
Kedatangan Masyarakat desa lubuk paku ini mengeluhkan dampak dari bendungan yang membuat sungai di penuhi sampah berbau busuk, dampak hal tersebut membuat banyaknya nyamuk dan di khawatirkan menimbulkan penyakit
Menular seperti DBD dan penyakit lainya.
“Afrizal, orator aksi, dengan suara lantang menyampaikan bahwa masyarakat kehilangan mata pencaharian sejak beroperasinya PLTA.
“Kami tidak bisa lagi mengambil pasir, batu, maupun mencari ikan. Bahkan, angka nyamuk semakin meningkat karena genangan bendungan,” kata Afrizal.
Warga memberi ultimatum kepada PT. Kerinci Merangin Hidro untuk segera memenuhi tuntutan tersebut.
“Jika tidak ada titik terang, kami akan menggelar aksi yang lebih besar,” ujarnya tegas.
Kerugian Ekonomi dan Kesehatan,
Kerugian yang dirasakan masyarakat Desa Lubuk tidak hanya terbatas pada hilangnya mata pencaharian tradisional. Menurut data yang dihimpun warga, setidaknya Ratusan Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut kehilangan akses untuk mencari nafkah dari sungai.
Sebelum ada bendungan, kami bisa menghasilkan minimal Rp100 – 200 ribu per hari dari hasil tambang pasir dan batu. Sekarang, jangankan seratus ribu, mendapatkan ikan untuk makan saja susah,” tutur salah satu ibu rumah tangga yang turut dalam aksi, sembari menunjukkan karton yang bertuliskan Desa kami menjadi sarang nyamuk”
Selain aspek ekonomi, peningkatan kasus demam berdarah dan penyakit kulit di Desa Lubuk juga berpotensi meningkat dan menjadi ancaman kedepanya, dengan genangan air bendungan yang menjadi sarang nyamuk. Pemerintah desa sempat mengajukan keluhan resmi mengenai dampak kesehatan tersebut dua bulan lalu, namun belum mendapat respons konkret.
Lanjut Antono juga menyampaikan kami meminta kepada pihak PLTA Kerinci untuk mempertanggung jawab dampak dari bendungan tersebut. “ PLTA harus bertanggung
Jawab atas dampak dari bendungan tersebut. Karena sampah banyak menumpuk di desa kami pak,”ucapnya.
Aksi unjuk rasa berakhir damai setelah perwakilan warga menyepakati pertemuan mediasi yang dilakukan oleh PT. Kerinci Merangin Hidro bersama perwakila pihak Masyarakat lubuk Paku dengan kesepakatan:
1.Akan dilakukan pertemuan selanjuktnya dari pihak perwakilan masyarakan Lubuk Paku bersama PT. KMH PLTA yang akan difasilitasi oleh tim terpadu Kabupaten Kerinci sesegeramungkin sebelum Peresmian.
2. Tuntutan masyarakat lubuk paku yang terlampir dalam surat keputusan musyawarah masyarakat Lubuk Paku tertanggal 26 september 2025.
Pantauan media ini para pendemo turun ke pintu masuk kantor Pusat PT KMH PLTA Kerinci sambil membawa Poster bertuliskan “Tumpukan Sampah yang Berbau menyebabkan penyakit, hilangnya kearifan lokal tempat anak – anak mandi bersama”.
aksi demonstrasi berlangsung dami dan kondusif, di jaga dengan pengawalan dari pihak keamanan TNI – POLRI dan Security PT KMH.
Warga menegaskan kembali jika kesepakatan mediasi tidak menghasilkan solusi sesuai tuntutan masyarakat, mereka akan melakukan aksi demo dengan jumlah massa yang lebih besar.














