Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

30 September: Belajar dari Sejarah, Meneguhkan Jati Diri Bangsa

Avatar photo
33
×

30 September: Belajar dari Sejarah, Meneguhkan Jati Diri Bangsa

Sebarkan artikel ini

Opini oleh: Patrik Tatang, SE., Ka. Bidang IT AWKI Pusat

DUMAI, [Gaperta.id] – Hari ini kita kembali mengingat peristiwa 30 September 1965 yang dikenal sebagai G30S/PKI. Sebuah bagian dari perjalanan sejarah bangsa yang selayaknya tidak hanya kita ingat, tetapi juga kita jadikan bahan pembelajaran.

“Bagi saya, makna terpenting dari mengingat sejarah bukanlah untuk mewariskan kebencian dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Yang harus kita wariskan adalah kesadaran kebangsaan.”

Jangan Lewatkan :  Konsultasi Publik 1 RDTR Sungai Sembilan Tahap 2 Kota Dumai

Bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman yang sangat besar. Karena itu, persatuan tidak pernah boleh dianggap selesai. Ia harus terus dirawat.

Jati diri bangsa harus terus kita teguhkan melalui Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, UUD NRI Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional, NKRI sebagai rumah bersama, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat untuk tetap bersatu di tengah perbedaan. Kerangka nilai tersebut juga telah lama ditegaskan sebagai konsensus dasar kehidupan bernegara Indonesia.

Jangan Lewatkan :  Miliki Call Center 24 Jam, Polda Riau Kedepankan Pelayanan Humanis dan Cepat Tanggap

Tantangan zaman dapat berubah. Teknologi berubah. Ekonomi berubah. Geopolitik berubah. Bahkan bentuk ancaman terhadap bangsa pun dapat berubah.

Tetapi ada sesuatu yang tidak boleh hilang:
kesadaran tentang siapa kita sebagai bangsa Indonesia.

Jangan Lewatkan :  Wujud Sinergi Jaga KAMTIBMAS, DITBINMAS Polda Jambi, Gelar Tasyakuran HUTA SATPAM Kw-45

Karena itu, mengingat sejarah harus membuat kita semakin dewasa, lebih kritis membaca keadaan, lebih bijaksana menghadapi perbedaan, lebih kuat menjaga persatuan, dan lebih bertanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.

Sejarah kita pelajari.
Persatuan kita rawat.
Jati diri bangsa kita teguhkan.
Indonesia wajib kita jaga.

Penulis: Efendy Sitompul