Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaTNI/POLRI

Upacara Peringatan Pertempuran Plataran Di Monumen Perjuangan Taruna

Avatar photo
354
×

Upacara Peringatan Pertempuran Plataran Di Monumen Perjuangan Taruna

Sebarkan artikel ini

Sleman, [Gaperta.id] – 24 Februari 2025 Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Arnold A.P. Ritiauw, memimpin upacara peringatan Pertempuran Plataran di Monumen Perjuangan Taruna Plataran, Sleman. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han)., dan pejabat distribusi Akademi Militer, Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta, pejabat Forkopimda Kabupaten Sleman, Ikatan Keluarga Akademi Militer Yogyakarta, serta masyarakat Selomartani dan para Taruna/Taruni Akdemi Militer. Sebagai Komandan Upacara Komandan Batalyon Taruna Tingkat I/Remaja Akademi Militer (Akmil), Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Han.,

Jangan Lewatkan :  Ikuti Sidang Kabinet Terakhir di IKN, Menteri AHY Komitmen Tuntaskan Program PTSL, Reforma Agraria, dan Pemberantasan Mafia Tanah

Dalam amanatnya, Gubernur Akademi Militer menegaskan bahwa Pertempuran Plataran merupakan peristiwa heroik dalam sejarah perjuangan bangsa. Pasca Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948, Yogyakarta sebagai ibu kota Republik Indonesia mulai dikuasai musuh. Para pejuang bergerak ke daerah pinggiran, termasuk Sleman. Belanda kemudian melancarkan operasi militer di berbagai wilayah, termasuk Kalasan, Turi, Pakem, dan Godean. Pada 24 Februari 1949, di lokasi ini, pertempuran sengit merenggut nyawa dua perwira remaja, lima taruna, satu anggota Tentara Pelajar, dan beberapa warga.

Jangan Lewatkan :  Penuhi Hak dan Kebutuhan Dasar Warga Binaan, Rutan Dumai Bagikan Peralatan Mandi

Gubernur Akademi Militer menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Keluarga Akademi Militer Yogyakarta dan masyarakat Selomartani atas peran mereka dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan patriotisme di Plataran. Beliau juga berterima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pelestarian monumen ini sebagai saksi sejarah perjuangan bangsa.

Jangan Lewatkan :  Konsultasi Publik Revisi RTRW Dumai, "Gateway City of East Sumatera" Dorong Investasi Pembangunan Terintegrasi

Sebagai penutup, Gubernur berpesan kepada para Taruna/Taruni agar selalu berpegang teguh pada visi Panglima TNI, “PRIMA” (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif). “TNI adalah bagian dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan untuk rakyat,” tegasnya.