Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Kepala Desa Punggur Kapuas Bertindak! Pinjam Dana Demi Perbaikan Pintu Air Jebol

Avatar photo
515
×

Kepala Desa Punggur Kapuas Bertindak! Pinjam Dana Demi Perbaikan Pintu Air Jebol

Sebarkan artikel ini

Kubu Raya, [Gaperta.id] – Di tengah ketidakpedulian pemerintah, Kepala Desa Punggur Kapuas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya mengambil langkah tegas dengan mencari pinjaman dana guna menyewa alat berat jenis ekskavator.

Langkah ini dilakukan sebagai tindakan darurat untuk memperbaiki pintu air yang jebol, yang hingga kini dibiarkan tanpa kepastian perbaikan dari pemerintah.
Jebolnya pintu air ini telah menyebabkan banjir yang merendam rumah warga dan lahan pertanian, mengancam mata pencaharian masyarakat setempat. Namun, bukannya segera bertindak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat justru saling melempar tanggung jawab.

Jangan Lewatkan :  Kejari Sanggau ,Wartawan & LSM Memiliki Peran Penting Serta Tanggung Jawab Dalam Pembangunan .

“Kami tidak bisa hanya menunggu janji kosong dari pemerintah yang terus menghindari tanggung jawab.Oleh karena itu, saya berusaha mencari dana pinjaman untuk segera menyewa alat berat guna menutup sementara pintu air yang jebol ini. Warga tidak bisa terus-menerus jadi korban kelalaian pemerintah!” tegas Anuar Kepala Desa Punggur Kapuas.Rabu(2/4/2025).

Jangan Lewatkan :  Libur Panjang Idul Adha, Kilang Dumai Siap Kawal Pasokan Energi di Wilayah Sumbagut

Langkah berani ini mendapat dukungan penuh dari warga yang sudah terlalu lama menanti aksi nyata dari pemerintah. Mereka menilai bahwa ketidakseriusan pemerintah dalam menangani infrastruktur vital seperti pintu air ini merupakan bentuk pengabaian terhadap kepentingan rakyat.”Ujar warga

Masyarakat Desa Punggur Kapuas dengan tegas mendesak pemerintah segera turun tangan dan tidak hanya sekadar berwacana. Mereka menuntut adanya perbaikan koordinasi antara Pemkab dan Pemprov agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Bahkan, warga mengancam akan melakukan aksi protes besar-besaran jika pemerintah terus lamban dalam menangani permasalahan ini.

Jangan Lewatkan :  PT Pelindo Regional 1 Siap Layani Arus Mudik Nataru 2025 Di Pelabuhan Penumpang Bandar Deli Belawan

Kejadian ini menjadi cerminan nyata bahwa ketika pemerintah gagal bertindak, masyarakat harus berjuang sendiri demi keselamatan dan kesejahteraan mereka.

Kini, semua mata tertuju pada langkah pemerintah selanjutnya: apakah akan bertindak atau tetap diam dalam kebisuan?