KERINCI, [Gaperta.id] – Aktivitas pengangkutan material pasir basah dari tambang di wilayah Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci, dikeluhkan masyarakat setelah material yang berceceran di badan jalan diduga menyebabkan jalan menjadi licin dan memicu kecelakaan lalu lintas.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (9/7/2026). Warga menyebut sedikitnya enam pengendara sepeda motor terjatuh akibat kondisi jalan yang licin diduga karena pasir basah yang tumpah dari truk pengangkut.
Menurut keterangan warga, setiap hari mobil dump truk yang mengangkut pasir dari lokasi tambang melintasi ruas jalan Simpang Siulak Deras. Namun, material pasir yang masih basah diduga kerap berjatuhan di sepanjang jalan sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Keluhan masyarakat pun ramai disampaikan melalui media sosial. Salah seorang warga menulis agar para sopir dan pemilik truk tidak lagi membawa material pasir dalam kondisi basah.
“Dump truk yang melintasi Jalan Siulak Deras, tolong jangan dibawa material pasir basah. Mengakibatkan jalan licin,” tulis seorang warga melalui akun media sosialnya, Kamis (9/7/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Siulak Deras, Nopia Zustra, juga menyampaikan imbauan kepada seluruh pemilik dan sopir truk pengangkut pasir agar lebih memperhatikan keselamatan masyarakat.
Ia meminta agar material pasir dikeringkan terlebih dahulu atau diangkut dengan cara yang tidak menyebabkan pasir berceceran di badan jalan.
“Tolong kepada seluruh warga yang memiliki mobil truk pengangkut pasir yang melintasi Jalan Raya Simpang Siulak Deras agar tidak membawa pasir dalam kondisi basah. Mohon dikeringkan terlebih dahulu, karena mengakibatkan jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan. Hari ini sudah enam pengendara motor yang menjadi korban. Jangan sampai ada korban berikutnya,” ujar Nopia Zustra.
Warga berharap para pemilik tambang maupun pengusaha angkutan pasir segera mengambil langkah konkret untuk mencegah material berceceran di jalan. Mereka menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dan tidak boleh dikorbankan demi aktivitas usaha.
Selain itu, masyarakat juga meminta instansi terkait untuk turun langsung melakukan pengawasan terhadap aktivitas angkutan material tambang. Jika ditemukan pelanggaran, warga berharap diberikan teguran hingga sanksi sesuai ketentuan yang berlaku agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang terkait keluhan masyarakat mengenai material pasir basah yang diduga menjadi penyebab jalan licin dan kecelakaan tersebut.














