Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaPeristiwaTNI/POLRI

Demo Gabungan LSM dan Aktivis, Nyaris Ricuh Karena Kehadiran Penyusup Diduga Suruhan Kades

Avatar photo
433
×

Demo Gabungan LSM dan Aktivis, Nyaris Ricuh Karena Kehadiran Penyusup Diduga Suruhan Kades

Sebarkan artikel ini

Sungai Penuh, [Gaperta.id] Sejumlah gabungan LSM dan aktivis dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Inspektorat Kota Sungai Penuh, Senin (tanggal disesuaikan), menuntut transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa Pelayang Raya untuk periode 2021–2024.

Dalam orasi dan tuntutannya, massa meminta Inspektorat Kota Sungai Penuh segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran Dana Desa yang diduga kuat telah diselewengkan oleh Kepala Desa Pelayang Raya.

Namun, aksi yang berlangsung damai itu nyaris berujung ricuh. Ketegangan terjadi saat seorang pria yang diduga berasal dari LSM Tamperak—yang dikenal dekat dengan Kepala Desa Pelayang Raya—tiba-tiba muncul dan mencoba membelokkan isu aksi. Para demonstran menduga pria tersebut adalah suruhan Kepala Desa yang ingin memecah konsentrasi massa dan mengacaukan jalannya aksi.

Jangan Lewatkan :  Polri Peduli Kemanusiaan, Kapolda Jambi Berangkatkan Personel dan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam di Sum-Bar

Kemarahan para peserta aksi semakin memuncak lantaran sebelumnya LSM Tamperak sempat melontarkan pernyataan di salah satu media lokal, menyebut bahwa aksi yang dilakukan oleh gabungan LSM dan aktivis adalah tindakan premanisme berkedok LSM.

Salah satu tokoh yang memimpin aksi, Budi Gunawan, menyatakan kegeramannya atas tudingan tersebut. Ia menilai pernyataan itu sebagai bentuk upaya pembungkaman suara rakyat dan pengaburan fakta.

Jangan Lewatkan :  Banjir Pekalongan, Bea Cukai Tegal Salur Bantuan

“Kami datang ke sini dengan itikad baik, menyuarakan hak masyarakat, menuntut kejelasan atas dugaan korupsi yang merugikan desa. Tapi apa yang kami dapat? Justru kami difitnah seolah-olah preman. Ini sungguh menyakitkan,” ujar Budi Gunawan dengan nada tinggi.

Ia menambahkan bahwa aksi ini bukan sekadar bentuk unjuk rasa, tetapi bagian dari perjuangan rakyat kecil yang selama ini merasa terabaikan oleh sistem.

“Jangan pernah anggap remeh suara rakyat! Kami ini bukan preman, kami adalah pejuang kebenaran yang tidak ingin dana desa dimakan oleh segelintir oknum. Kalau ada yang coba-coba menyusup untuk melemahkan perjuangan ini, kami akan lawan! Jangan coba-coba membungkam suara rakyat,” tegasnya lantang, disambut sorakan dukungan dari massa.

Jangan Lewatkan :  Gerak Cepat..!! Bea Cukai Dumai Pantau Harga dan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal

Para demonstran kemudian menyerukan agar Inspektorat Kota Sungai Penuh tidak tinggal diam dan segera memulai proses audit independen yang transparan. Mereka juga meminta agar oknum-oknum yang terlibat dalam upaya intimidasi terhadap aktivis diperiksa secara hukum.

Aksi ini menandai babak baru dari pengawalan publik terhadap Dana Desa, sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat semakin berani bersuara terhadap penyalahgunaan wewenang.