Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Lemahnya Pengawasan Dari Dinas Terkait, Proyek Pembangunan Paving Blok SMP 35 Kerinci Diduga Asal Jadi

Avatar photo
586
×

Lemahnya Pengawasan Dari Dinas Terkait, Proyek Pembangunan Paving Blok SMP 35 Kerinci Diduga Asal Jadi

Sebarkan artikel ini

Kerinci, [Gaperta.id] – Proyek pembangunan paving block SMP 35 Kerinci kembali menjadi sorotan warga setempat. Sejumlah masyarakat menilai pekerjaan yang telah selesai di kerjakan terkesan asal jadi dan tidak sesuai standar kualitas yang seharusnya diterapkan pada pembangunan fasilitas sekolah.

Di lapangan, warga menemukan beberapa titik pemasangan paving block yang tidak rata serta permukaan yang sudah bergelombang.
Selain itu, material pasir dan landasan dasar juga disebut tidak dipadatkan secara maksimal, sehingga dikhawatirkan konstruksi tidak akan bertahan lama.

Jangan Lewatkan :  Satu Unit Ruko Hangus Terbakar di Simpang Acai, Kapolsek Jambi Selatan Langsung Cek TKP

Selain diragukan mutu pekerjaan, dilokasi pekerjaan tidak ada papan informasi, berapa anggarannya, siapa pelaksananya tidak ditemukan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan masyarakat juga mengarah kepada lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait. Mereka menilai pekerjaan dilakukan tanpa kontrol ketat dari konsultan pengawas sehingga kualitas konstruksi terkesan diabaikan.

Jangan Lewatkan :  Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Gelar Polisi Sahabat Anak di SD Pangeran Antasari

“Seharusnya dinas turun langsung memeriksa tiap tahapannya. Ini proyek sekolah, tentu harus dikerjakan dengan baik,” tambah warga lainnya.

Masyarakat meminta dinas pendidikan kabupaten kerinci, konsultan perencana dan pengawasan untuk meninjau ulang proyek pembangunan paving blok di SMP 35 ini yang di duga asal jadi, jika tidak sesuai RAB dan juknis harus di bongkar kembali.

Jangan Lewatkan :  Polres Tanjab Timur Gelar Apel Pagi Dan Senam Bersama Masyarakat Semarak HUT RI ke-80 Tahun

Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas maupun kontraktor pelaksana belum memberikan penjelasan resmi
terkait dugaan kualitas pekerjaan yang dianggap tidak maksimal tersebut. Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi agar hasil pembangunan benar-benar bermanfaat dan tidak Cepat rusak.