Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaHukum

Hukuman Mati Terhadap 6 ABK Yang Menjadi Korban Sindikat Narkoba Layak Di Pertimbangkan

Avatar photo
79
×

Hukuman Mati Terhadap 6 ABK Yang Menjadi Korban Sindikat Narkoba Layak Di Pertimbangkan

Sebarkan artikel ini

BELAWAN, [Gaperta.id] – Rudi Hartono SH, selaku ketua Kesatuan Pelaut Indonesia ( KPI ) Cabang Belawan Kota Madia Medan Provinsi Sumatra Utara angkat bicara,berharap tuntutan Hukuman mati patu di pertimbagkanterhadap ke enam terdakwa Anak Buah Kapal ( ABK ) tersebut,dalam hal Keterkaitan tersangka dianggap ikut serta melakukan penyeludupan hampir 2 ton Narkoba jenis Sabu melalui jalur laut dengan menggunakan Kapak Motor (KM) Sea Dragon Terawa Jumat Tgl (6/2/2026).

Jangan Lewatkan :  Cegah Penyebaran Tuberkulosis, Dinkes Dumai Gandeng RS dan Klinik Swasta

Ketua KPI Cabang Belawan Rudi Hartono ketika mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Pengadilan Negri PN Batam terhadap ke enam terdakwa dituntut Hukuman mati yang terkesan dianggap tidak objektip ungkap Rudi Hartono

Lebih lanjut Rudi Hartono menyampaikan, bagi Anak Buah Kapal ( ABK ) yang merupakan bagian pekerja atas perintah lalu berlayar dengan kapal tersebut yang ahirnya menjadi korban sindikat jaringan Narkoba di tuntut Hukuman mati, semoga keputusan ini bisa di pertimbangan oleh Presiden Repoblik Indonesia ( Prabowo Subianto ) melalui Hakim Pengadilan Negri ( PN ) Batam

Jangan Lewatkan :  Tiga Perwakilan Advokat DPD KAI Kalbar, Ikuti Bimtek Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilu 2024

Tuntutan dibacakan JPU dalam sidang di PN Batam (Kamis, 5 Februari 2026) yang berlangsung agenda pembacaan surat tuntutan terhadap seluruh terdakwa yang dinilai terlibat aktif dalam jaringan narkotika lintas negara.

Jangan Lewatkan :  Polsek Sekayam Ngopi Bareng Bersama Tokoh Masyarakat, Cipta Kondisi Damai Jelang Pilkada 2024

“Lanjut Rudi Hartono SH, bahwa ke enam terdakwa merupakan korban pekerja dan semoga seluruh terdakwa mendapatkan keringan hukuman oleh JPU dan Hakim PN Batam”. Sebutnya

Adapun ke enam terdakwa di antaranya dua warga Thailand Weerepat Phongwan alias Mr Pong dan Teerapong Lekpradube dan empat warga Indonesia masing masing Fandi Ramadhan, Richard Halomoan, Leo Candra Samosir, Hasiholan Samosir.

Penulis: Bambang Hermanto