JAMBI, [Gaperta.id] – Tabir “kucing-kucingan” yang selama ini memuakkan publik Jambi akhirnya terkoyak hebat. Berkat kinerja gemilang hasil sinergi masyarakat, media MP POLRI Net, dan lembaga, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jambi sukses meringkus 7 unit tronton raksasa yang nekat mengangkangi aturan negara. Nama PT Surya Global Makmur (SGM) kini berada di pusaran sorotan tajam setelah armada yang diduga kuat milik mereka tertangkap basah mencoba “menyelundup” di wilayah Muaro Jambi.
Operasi ini bukan sekadar penertiban rutin di atas kertas, melainkan pernyataan perang terbuka terhadap ego pengusaha tambang yang tega memicu kekacauan jalan raya demi meraup keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyat.
Para sopir tronton ini tampaknya telah terlatih memetakan titik buta patroli untuk menyusup secara ilegal. Namun, kecerdikan petugas di lapangan yang didukung informasi akurat dari perlawanan masyarakat di kawasan Kelurahan Simpang Tempino, Kecamatan Mestong, kabupaten Muaro Jambi terbukti jauh lebih unggul:
2 Unit diringkus saat mencoba “melebur” secara licik di parkiran RM Rindu Wisata.
2 Unit dicegat tanpa ampun di sekitar Simpang Kebun Bohok.
1 Unit ditemukan bersembunyi di sebuah bengkel dekat Mako Brimob dengan alibi klasik pecah ban sebuah drama yang tak lagi mempan di mata petugas.
2 Unit sisanya langsung dikawal ketat menuju Mapolda Jambi sebagai barang bukti nyata pembangkangan sistematis terhadap regulasi.
Terdeteksinya armada yang diduga kuat berafiliasi dengan PT SGM dalam insiden ini menjadi sinyal keras bahwa kepolisian tidak akan pernah pandang bulu. Subdit Gakkum menegaskan bahwa seluruh unit yang diamankan akan diproses dengan jeratan hukum paling fatal demi memberikan efek jera.
Langkah tegas ini adalah jawaban telak atas keresahan warga Jambi terhadap Instruksi Gubernur (Ingub) No. 1/2024 yang terus dikangkangi oleh para “pemain” tambang yang merasa diri mereka kebal hukum.
Pihak Ditlantas Polda Jambi memastikan tidak akan ada lagi ruang bagi diplomasi di balik meja bagi mereka yang merusak fasilitas negara dan mengancam nyawa pengguna jalan umum.














