Sungai Penuh, [Gaperta.id] – Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap pemandu lagu di sebuah karaoke terus menuai sorotan. Tidak hanya terkait peristiwa yang dialami korban, sikap atasan langsung terduga pelaku yang dinilai bungkam turut memicu tanda tanya publik.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kepala Badan (Kaban) tempat oknum Kabid tersebut bertugas hingga kini belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp diketahui telah diterima—ditandai dengan centang dua—namun tidak mendapat balasan. Sikap ini dinilai menambah kesan kurang responsif terhadap persoalan serius yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Di sisi lain, korban berinisial U menegaskan tidak menerima perlakuan kekerasan yang dialaminya. Ia mengaku mengalami luka dan lebam di sejumlah bagian tubuh akibat dugaan tindakan yang dilakukan oleh terduga pelaku.
“Saya tidak terima diperlakukan seperti itu. Saya mengalami luka dan lebam. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas korban kepada media.
Korban juga memastikan akan tetap melanjutkan proses hukum guna mendapatkan keadilan. Ia berharap kasus yang dialaminya dapat diproses secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Sikap bungkam atasan terduga pelaku pun disayangkan berbagai kalangan. Seharusnya, sebagai pimpinan, langkah cepat dan tegas perlu diambil, minimal dengan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi internal serta melakukan penelusuran awal sesuai prosedur yang berlaku.
Pengamat, Dr. Kurniadi Aris, SH, MH, MM,CPLA CCFCS menilai, respons cepat dari pimpinan sangat penting untuk menjaga marwah dan kredibilitas Pemerintah Kota Sungai Penuh di mata publik. Ketidakjelasan sikap justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.
“Dalam situasi seperti ini, atasan tidak boleh diam. Harus ada langkah konkret, baik berupa klarifikasi, pembinaan, hingga sanksi jika terbukti. Ini menyangkut nama baik institusi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari atasan terduga pelaku maupun dari Pemerintah Kota Sungai Penuh terkait langkah yang akan diambil atas dugaan kasus tersebut.
Publik kini menanti sikap tegas dari pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, demi memastikan keadilan bagi korban dan menjaga integritas aparatur sipil negara.














