Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaPeristiwa

Gedung KONI Ambruk: Gempa Dahsyat 7,6 SR Guncang Manado, 1 Nyawa Korban

Avatar photo
230
×

Gedung KONI Ambruk: Gempa Dahsyat 7,6 SR Guncang Manado, 1 Nyawa Korban

Sebarkan artikel ini

Manado, [Gaperta.id] – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis (02/4/2026). Guncangan kuat yang terjadi sekitar pagi hari ini tidak hanya menimbulkan kepanikan warga, tetapi juga memicu peringatan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir.

Berdasarkan data awal, titik gempa berada di koordinat 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer. Getaran gempa dilaporkan terasa luas, mulai dari Manado hingga Ternate, membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Jangan Lewatkan :  Mudah, Cepat dan Praktis, Pengguna Mobil Listrik Pilih Gunakan SPKLU PLN Untuk Mengisi Daya Kendaraan Listrik

Dampak paling parah dilaporkan terjadi di kawasan Lapangan KONI di Manado. Bangunan di lokasi tersebut dilaporkan ambruk akibat kuatnya guncangan. Tragisnya, insiden ini menyebabkan satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara informasi terkait korban lainnya masih dalam proses pendataan.

Jangan Lewatkan :  LSM Semut Merah Suport Kejari Sungai Penuh Usut Tuntas Kasus Pokir PJU, Kuat Dugaan Dewan Terlibat

Oma Deitje Lahia, 60 tahun adalah penjual kios makanan di area KONI, menjadi korban tunggal yang meninggal dunia setelah tubuh rentanya tak mampu menghindar dari ambruknya struktur raksasa Gedung KONI Sario.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap waspada terhadap potensi tsunami dan segera mengikuti arahan evakuasi jika diperlukan. Hingga saat ini, tim tanggap darurat terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.

Jangan Lewatkan :  Ukir Senyum Ceria di Wajah 200 Anak di Kota Dumai, Kilang Pertamina Dumai Rayakan HUT ke-68 Pertamina dengan Gelar Khitanan Massal Gratis

Situasi di lapangan masih berkembang, sementara warga diimbau untuk tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengutamakan keselamatan.