KERINCI, [Gaperta.Id] – Proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang menelan anggaran sebesar Rp12,9 miliar kini menjadi sorotan masyarakat.
Proyek yang bersumber dari APBN tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak mengutamakan kualitas pekerjaan.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Provinsi Jambi melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera VI. Proyek itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp12.987.306.250 dengan waktu pelaksanaan selama 300 hari kalender.
Pekerjaan pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao tersebut dilaksanakan oleh PT Ponjen Mas dengan lokasi pekerjaan di Kabupaten Kerinci.

Namun di lapangan, proyek yang diharapkan menjadi solusi pengendalian banjir bagi masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh itu justru menuai kritik. Warga menilai pengerjaan proyek terkesan asal-asalan dan tidak sesuai harapan masyarakat.
Beberapa warga mengaku kecewa karena proyek bernilai miliaran rupiah tersebut dinilai tidak menunjukkan kualitas pekerjaan yang maksimal. Bahkan, terdapat kekhawatiran terhadap ketahanan tanggul apabila debit air Sungai Batang Merao meningkat saat musim hujan.
“Masyarakat berharap proyek ini benar-benar mampu mengatasi banjir, bukan hanya sekadar proyek formalitas. Kalau kualitas pekerjaannya buruk, tentu masyarakat yang akan terkena dampaknya,” ujar salah seorang warga.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah dan pihak pengawas proyek turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan tidak merugikan negara.
Proyek ini sebelumnya diharapkan menjadi langkah penting dalam penanganan banjir yang selama ini kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Namun dengan munculnya dugaan pengerjaan asal jadi, masyarakat meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Masyarakat juga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan pengawasan ketat terhadap proyek bernilai besar itu agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai dengan anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan masyarakat terhadap proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao tersebut.














