KOTA BEKASI, [gaperta.id] – Pelayan masyarakat sekaligus akademi dan praktisi, Iqbal Afra, S.E., M.M, menyampaikan gagasan penyempurnaan teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas, lebih efisien, dan lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Dalam usulannya, Iqbal Afra menilai bahwa tujuan utama program pemenuhan gizi anak harus tetap menjadi prioritas, namun mekanisme pelaksanaannya dapat dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas, efisiensi anggaran, serta minimisasi berbagai risiko operasional yang mungkin terjadi di lapangan.
Menurutnya, pendekatan yang menempatkan keluarga sebagai pusat pemenuhan gizi anak memiliki sejumlah keunggulan.
Dalam konsep tersebut, orang tua menyiapkan bekal bergizi sesuai kebutuhan dan kebiasaan makan anak, kemudian sekolah melakukan verifikasi sederhana atas kehadiran dan penerimaan manfaat program.
Selanjutnya, dukungan dana diberikan kepada keluarga sebagai pengganti biaya penyediaan makanan untuk hari berikutnya.
“Setiap anak memiliki kebutuhan, selera, dan kondisi yang berbeda. Keluarga adalah pihak yang paling memahami kebutuhan tersebut. Karena itu, peran keluarga perlu diperkuat sebagai mitra utama dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Iqbal Afra.
Ia menjelaskan bahwa model ini berpotensi memberikan beberapa manfaat strategis, antara lain:
* Makanan lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi anak.
* Mengurangi risiko makanan tidak dikonsumsi atau terbuang.
* Menekan biaya distribusi dan logistik.
* Mendorong keterlibatan aktif keluarga dalam pendidikan gizi.
* Meningkatkan perputaran ekonomi langsung di masyarakat.
* Mempermudah pengawasan serta pertanggungjawaban program.
Iqbal menegaskan bahwa usulan tersebut bukan untuk mengurangi semangat program MBG, melainkan sebagai bentuk kontribusi pemikiran konstruktif agar tujuan besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat tercapai secara optimal.
“Setiap kebijakan yang baik perlu terus dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Yang terpenting adalah memastikan manfaat program benar-benar sampai kepada anak-anak dan keluarga yang membutuhkan,” tambahnya.
Selain aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, Iqbal Afra juga memiliki latar belakang akademik yang kuat.
Saat ini, ia sedang menempuh Program Doktor (S3) Ekonomi, sebagai bentuk komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan dan memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan bangsa.
Melalui gagasan ini, Iqbal berharap tercipta ruang diskusi yang konstruktif antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam mencari formulasi terbaik untuk keberhasilan program peningkatan gizi nasional.
“Investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing”, tutup Iqbal.














