BELAWAN, [Gaperta.id] – Anak Belawan Bersatu (ABB) Selaku Ormas yang ada di Kecamatan Belawan menyajikan saran dan pendapat lewat diskusi publik di internal Kepengurusan Anak Belawan Bersatu guna menyikapi berbagai isu dinamika arah kebijakan Pemerintah dalam memantau situasi politik Nasional yang terus berkembang, dalam hal ini masyarakat Belawan merasa khatir terhadap kondisi masa depan perekonomian daerah, namun keyakinan dan optimisme mulai muncul seiring dengan hadirnya kabar baik yang datang dari Kawasan Pelabuhan Belawan.
Jum’at, 10 Juli 2026.
Kabar pertama berasal dari PT Pelindo Regional 1 Belawan yang mencatatkan kinerja operasional positif. Hingga Mei 2026, arus peti kemas di Pelabuhan Belawan mencapai 532,2 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs), atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 505,8 ribu TEUs.

Sementara itu, kabar baik kedua datang dari bangkitnya kembali Organisasi Kemasyarakatan Anak Belawan Bersatu (ABB). Organisasi yang sejak awal dikenal aktif menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap perkembangan aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan pelabuhan itu kini kembali hadir dengan semangat baru.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum ABB Dedi Satria Ainal dalam kegiatan Forum Grup Diskusi (FGD) ABB Bangkit dengan Tajuk Persiapkan SDM untuk kemajuan Kepelabuhan dan Pesisir Kota Medan, Selasa (7/7/2026) di Jalan Raden Sulian Belawan.
Dijelaskan Dedi, meski kedua peristiwa tersebut tidak memiliki keterkaitan secara langsung, keduanya dinilai membawa dampak psikologis yang positif bagi masyarakat Belawan. Peningkatan volume peti kemas mencerminkan tumbuhnya aktivitas perdagangan yang berpotensi mendorong perekonomian, sementara aktifnya kembali ABB menjadi simbol tumbuhnya harapan masyarakat terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Dedi Satria Ainal juga menyebut organisasi yang dipimpinnya kini hadir dengan wajah baru setelah melakukan pembenahan di berbagai sektor.
“Saya menyebutnya ABB hasil upgrade. Kami ingin menjadi organisasi yang lebih matang, lebih profesional, dan lebih siap menghadapi tantangan ke depan,” ujar Dedi.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal ABB, Ary Wahyudi Nasution, mengatakan proses pembenahan tidak hanya dilakukan pada struktur organisasi, tetapi juga pada pola pikir seluruh pengurus.
“Kami sekarang lebih dewasa dalam berorganisasi. Dalam setiap diskusi maupun rapat, kami sepakat untuk tidak lagi membahas hal-hal yang bersifat ghibah. Fokus kami adalah program kerja, bukan membicarakan orang lain. Biarlah prestasi yang nantinya berbicara tentang kami,” katanya.
Menurut Wahyudi, semangat perubahan tersebut diwujudkan melalui berbagai pembaruan, mulai dari pembentukan kepala departemen baru, penggunaan logo baru, sekretariat baru, seragam baru hingga penyusunan visi dan misi yang diselaraskan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung aktivitas organisasi.
Ia menilai, peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Belawan menjadi momentum yang tepat bagi ABB untuk mengambil peran lebih besar dalam mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.
“Kabar baik dari Pelindo sangat relevan dengan proses pembenahan organisasi kami. Kami ingin hadir sebagai organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Belawan,” ungkapnya.
Dalam rapat perdana setelah vakum cukup lama, Dedi Satria Ainal membagi fokus kerja organisasi ke dalam dua wilayah utama, yakni sektor darat dan sektor laut.
ABB, kata Wahyudi, memilih memusatkan perhatian pada sektor maritim, sementara ruang gerak di wilayah daratan diserahkan kepada organisasi masyarakat lainnya.
“Kami memberikan kesempatan kepada rekan-rekan ormas lain untuk lebih banyak berperan di darat. Sedangkan ABB akan fokus pada wilayah laut, mulai dari kawasan pelabuhan, pesisir hingga garis pantai,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, ABB membentuk sejumlah departemen yang diarahkan pada kegiatan produktif dan memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi bagi organisasi maupun masyarakat.
“Kami sedang mempersiapkan sumber daya manusia yang benar-benar berkualitas. Tidak masalah jika secara kuantitas lebih sedikit, yang terpenting kualitasnya meningkat. Dengan SDM yang lebih kompeten, kami ingin bekerja secara profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Wahyudi.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas perdagangan yang tercermin dari naiknya arus peti kemas di Pelabuhan Belawan merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara positif.
“Semakin ramai aktivitas perdagangan berarti semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. ABB ingin menjadi bagian dari upaya menjaga dan mendorong harapan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi di Belawan terus meningkat,” pungkasnya.














