DUMAI, [Gaperta.id] – Kemah Sastra Seni Budaya ASEAN 2026 akan digelar pada 11–14 September 2026 di Pantai Tantrayana, Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai selama tiga hari dua malam, dan rencananya akan dibuka Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Sekitar 150 peserta pegiat seni budaya dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Singapura akan mengikuti dialog sastra, pertunjukan seni budaya, promosi kuliner tradisional, wisata bahari dengan pompong, serta berbagai aktivitas yang mengangkat kekayaan budaya Melayu.
Sejalan dengan 5 Program Prioritas Kemenbud Tahun 2026, yang salah satu poinnya berbunyi “Diplomasi dan Promosi Kebudayaan”, tentu saja event besar ini menjadikan Kota Dumai jadi pusat perbincangan di kawasan ASEAN.
Panitia pelaksana yang diketuai Tantri Subekti, S.Pd., berharap lewat event ini, ekonomi Dumai bisa bergerak cepat sehingga masyarakat Dumai bisa semakin sejahtera dan maju yang ujungnya tentu saja mendapat citra sebagai kota yang memiliki destinasi pariwisata seni, budaya dan kuliner di ASEAN.
“Ini adalah event perdana yang kami rancang dengan semangat kolaborasi lintas negara. Harapan kami, kegiatan ini menjadi agenda budaya tahunan yang membanggakan Dumai sekaligus mempererat persaudaraan bangsa-bangsa serumpun di ASEAN,” ujar Tantri Subekti dengan ramah kepada Jurnalis saat wawancara.
Tantri menyebut, dukungan Pemerintah Kota Dumai menjadi energi besar bagi panitia untuk menghadirkan kegiatan yang berkualitas dan berkelas internasional.
“Ini sebuah langkah besar yang tengah dipersiapkan untuk mengangkat nama Kota Dumai di tingkat internasional. Jika event ini berhasil, maka Dumai diproyeksikan menjadi ikon baru diplomasi budaya Melayu di tingkat ASEAN sekaligus membuka jalan bagi Dumai menjadi tuan rumah agenda budaya tahunan berskala ASEAN,” cakap Tantri Subekti.
Lanjut Tantri Subekti lagi, Kemah Sastra Seni Budaya ASEAN akan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan ASEAN, di antaranya; Budi Sumarno, Bejo Sulistyo, Prof. Alaidin Koto, Prof. Husnus Abadi, Prof. Galang Asmara, dan Penasihat International Exhibition Art. Dato Seri Ramle bin Mat Daly (Malaysia), bersama para sastrawan, budayawan, akademisi, seniman, dan tokoh perfilman dari lima negara ASEAN.
“Kami butuh dukungan semua pihak untuk mewujudkan ini,” pungkas Tantri Subekti didampingi panitia lainnya.
Turut memperkuat kepanitiaan, Muhammad Irhan (Ucu) sebagai Wakil Ketua, Muhammad Kahar Jami (Wak Jek) sebagai Sekretaris, Sarinah sebagai Bendahara, Vira sebagai Bendahara II, serta Pak Chip Malaya selaku Koordinator Hubungan Internasional serta ibu Aprillia Koordinator acara.
Untuk diketahui, Fokus Kemenbud Tahun 2026 adalah “Kemajuan kebudayaan yang berdampak langsung ke masyarakat”.
5 Program Prioritas Kemenbud Tahun 2026:
1. Dana IndonesiaRaya 2026
Transformasi dari “Dana Indonesiana”.
Program pendanaan terbesar untuk pelaku budaya
– Dana: Rp500 miliar dialokasikan untuk 2026
– Target: Perluas penerima dari 2.117 di 2025 jadi lebih banyak lagi
– Cakupan: Komunitas, sanggar, anak, perempuan, disabilitas. Tidak dibatasi 10 objek pemajuan budaya
– Skema: Lebih sederhana, berbasis IT, transparan. Ada pendampingan BPK daerah
– Dana Abadi Kebudayaan: Sudah tumbuh Rp6 triliun
2. Penulisan dan Penguatan Sejarah Nasional.
– Target 2026: Menyusun buku sejarah Perang Mempertahankan Kemerdekaan 1945 – 1950 dan sejarah kerajaan Nusantara: Majapahit, Sriwijaya, Samudera Pasai
– Lanjutan: 10 jilid Buku Sejarah Indonesia 8.000 halaman sudah diluncurkan Des 2025
– Digitalisasi: Digitalisasi buku sejarah lokal seluruh Indonesia
– Ada tim penasihat tokoh senior untuk landasan keilmuan
3. Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026.
– Tema: “Menyulam Ingatan, Merawat Kebangsaan: Menghidupkan Peristiwa Sejarah 1945-1950 dalam Sinema Kontemporer”
– Tujuan: Kuatkan memori kolektif lewat film + edukasi nilai patriotisme ke generasi muda
– Skema: Sayembara dan kolaborasi sineas dengan sejarawan
4. Revitalisasi Tradisi Lokal dan Ekonomi Budaya.
– Tradisi Lokal: Lestarikan seni, bahasa, kearifan lokal yang memudar dengan libatkan komunitas
– Permainan Tradisional: Dorong congklak, gasing, bekel dll ke anak. Rencana buat Museum Permainan Tradisional Indonesia
– Budaya Digital: Kembangkan platform digital untuk film, animasi, video game
– Ekonomi Budaya: Kuatkan ekonomi budaya di daerah lewat festival, AMI, FMI, Sanfest
5. Diplomasi dan Promosi Kebudayaan.
– Internasional: Festival budaya, pameran, pertukaran budaya, Rumah Budaya Indonesia
– Wayang: Dukung Hari Wayang Dunia 2026 di Yogyakarta 24-26 April
– UNESCO: Usulkan warisan budaya ke UNESCO dan repatriasi artefak
– Beasiswa: Kerja sama LPDP untuk cetak duta budaya
Capaian Pendukung:
1. WBTBI: 514 WBTBI baru di 2025. Total 2.727 WBTBI
2. Cagar Budaya: 85 Cagar Budaya Nasional baru. Total jadi 313 cagar budaya.
3. Semarak Budaya: Penyaluran hampir 100%, total 8970 event budaya.
Intinya Menbud fokus ke 3 hal yaitu; dana lebih besar, sejarah lebih kuat serta budaya lebih digital dan mendunia.














