Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Peristiwa

“Hampir Sepekan Melawan Api dengan Peralatan Terbatas, Karhutla Parit Bingkok Tembus 25 Hektare”.

Avatar photo
119
×

“Hampir Sepekan Melawan Api dengan Peralatan Terbatas, Karhutla Parit Bingkok Tembus 25 Hektare”.

Sebarkan artikel ini

TANJUNG JABUNG BARAT, [Gaperta.id] – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di kawasan Parit Bingkok, RT 02 dan RT 03, Desa Pasar Senin, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (29/8/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, api masih terlihat menyala di sejumlah titik. Kepulan asap menyelimuti kawasan yang sebagian merupakan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

Luas areal terdampak kebakaran berdasarkan perkiraan sementara warga telah mencapai lebih dari 25 hektare.

Kebakaran disebut telah berlangsung hampir satu pekan dan hingga Sabtu belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat setempat mengaku terus berupaya melakukan pemadaman secara swadaya untuk mencegah kobaran api menjalar semakin luas.

Namun perjuangan warga menghadapi sejumlah kendala. Keterbatasan peralatan, tenaga pemadam dan ketersediaan sumber air menjadi persoalan utama, sementara kondisi lahan yang kering membuat api semakin sulit dikendalikan.

Jangan Lewatkan :  Jalan Rusak, Nyawa Taruhan, Kisah Pilu Seorang Ibu Melahirkan di Tengah Jalan

Warga Berjibaku Hampir Sepekan
Sejumlah warga di lokasi mengatakan mereka telah berhari-hari berusaha mengendalikan titik api menggunakan peralatan yang tersedia.

“Kami sudah hampir seminggu berusaha memadamkan api. Tapi sampai sekarang masih ada yang menyala,” ujar seorang warga di lokasi.

Menurut keterangan masyarakat, api diduga awalnya bergerak dari kawasan yang berbatasan dengan wilayah Riau menuju sisi Jambi.

Informasi mengenai titik awal maupun penyebab kebakaran tersebut masih memerlukan verifikasi dari instansi berwenang, sehingga belum dapat disimpulkan secara pasti.

Warga mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk menahan pergerakan api agar tidak masuk semakin jauh ke wilayah Tanjung Jabung Barat.

Namun keterbatasan sarana membuat pemadaman menjadi tidak mudah.

Minimnya sumber air di sekitar lokasi semakin memperberat perjuangan masyarakat. Dengan kemampuan dan peralatan terbatas, warga harus berusaha menjaga api agar tidak menjalar ke perkebunan maupun kawasan lainnya.

Jangan Lewatkan :  Selamat Jalan Aiptu Katamsyah, Polres Labuhanbatu Beri Penghormatan Terakhir!!

Masyarakat Minta Pemerintah Segera Kirim Bantuan
Melihat api yang belum sepenuhnya dapat dikendalikan, masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera memperkuat penanganan karhutla di Parit Bingkok.

Warga membutuhkan tambahan personel, peralatan pemadaman serta pasokan air agar titik-titik api dapat segera ditangani sebelum kebakaran meluas.

Penanganan cepat juga dinilai penting karena kebakaran tidak hanya mengancam lahan dan perkebunan masyarakat, tetapi kepulan asap berpotensi berdampak terhadap kesehatan warga.

Sejumlah masyarakat mengaku mulai merasakan dampak asap. Namun hingga Sabtu, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, belum diperoleh laporan mengenai warga yang harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan akibat kondisi tersebut.

Jangan Lewatkan :  Proyek Pintu Air PLTA di Muara Imat Kurang Baik, Pemukiman Masyarakat Kerinci Terendam Saat Hujan

Karhutla Perlu Penanganan Terpadu:
Situasi di Parit Bingkok menjadi perhatian karena masyarakat mengaku telah hampir sepekan berupaya menghadapi kebakaran dengan sumber daya terbatas.

Apabila estimasi luasan lebih dari 25 hektare tersebut benar, warga berharap pemerintah segera melakukan pemetaan luasan terdampak, identifikasi titik api, penyelidikan penyebab kebakaran serta operasi pemadaman terpadu.

Langkah cepat diperlukan untuk mencegah api menjalar ke kawasan lain sekaligus meminimalkan dampak asap terhadap masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari BPBD, Manggala Agni maupun Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengenai luas pasti lahan yang terbakar, penyebab kebakaran serta langkah penanganan yang telah atau akan dilakukan.

Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari instansi terkait untuk melengkapi perkembangan penanganan karhutla tersebut.